Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Kebijakan Trump Dinilai Picu Aktivitas Manufaktur AS Stagnan

Sabtu 22 Jun 2019 15:18 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Dwi Murdaningsih

Donald Trump

Donald Trump

Foto: EPA-EFE/NEIL HALL
Kebijakan perdagangan telah membebani sentimen dan aktivitas bisnis

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Aktivitas manufaktur AS hampir tidak tumbuh pada awal Juni dan sektor jasa menurun. Hal ini menjadi tanda -tanda bahwa perang perdagangan Presiden AS Donald Trump dengan Cina dapat membebani perekonomian.

Data ekonomi lainnya yang dirilis pada Jumat (21/6) menunjukkan kenaikan penjualan rumah selama Mei. Hal ini menunjukkan bank sentral AS Federal Reserve melihat dividen dari upaya untuk mencegah resesi dengan menjaga suku bunga rendah.

Baca Juga

Perusahaan data IHS Markit mengatakan indeks manajer pembelian manufaktur (PMI) AS turun menjadi 50,1 pada awal Juni, level terendah sejak September 2009. Angka di atas 50 menunjukkan pertumbuhan di sektor manufaktur, yang menyumbang sekitar 12 persen dari Ekonomi AS.

PMI perusahaan data untuk sektor layanan AS turun menjadi 50,7, terendah sejak Februari 2016. Sektor manufaktur dan layanan berada di bawah ekspektasi para analis yang disurvei oleh Reuters.

"Sangat mungkin bahwa berita tentang kebijakan perdagangan telah membebani sentimen dan aktivitas bisnis," kata Daniel Silver, ekonom di JPMorgan.

Perang perdagangan AS-Cina dimulai tahun lalu dan meningkat bulan lalu setelah Trump berjanji menyeimbangkan kembali sistem perdagangan global yang berpihak pada Amerika Serikat. Dia juga menaikkan tarif impor impor Cina sebesar 200 miliar dolar.

Cina, salah satu mitra dagang utama AS merespons dengan menaikkan tarifnya pada daftar barang-barang AS yang direvisi sebesar 60 miliar dolar.

Trump telah mengancam akan mengenakan tarif pada impor Cina 300 miliar dolar lainnya jika Beijing tidak segera menyetujui kesepakatan perdagangan. Dia mengatakan dia berencana untuk bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping pekan depan di pertemuan Kelompok 20 negara di Jepang.

Ketiga indeks saham utama AS diperdagangkan dalam kisaran yang ketat pada Jumat karena investor fokus pada laporan bahwa Wakil Presiden AS Mike Pence mengatakan ada tanda-tanda kemajuan dengan Cina dalam perdagangan.

Ketegangan perdagangan secara luas diyakini telah menjadi faktor dalam pergeseran kebijakan The Fed minggu ini. Proyeksi baru yang dirilis dengan pernyataan kebijakan terbaru pada Rabu menunjukkan hampir setengah dari pembuat kebijakan Fed berharap untuk menurunkan suku bunga tahun ini.

Gubernur Fed Jerome Powell mengatakan pada Rabu bahwa ketidakpastian bisnis telah meningkat sejak Mei, dan bahwa Fed akan bertindak segera jika diperlukan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.

Pada awal Juni, sekitar dua pertiga dari semua produsen mengaitkan sebagian atau semua kenaikan biaya bahan baku dengan tarif selama bulan itu, kata ekonom IHS Markit, Chris Williamson.

The Fed sudah menjelaskan sebelumnya tahun ini bahwa mereka menghentikan kampanye kenaikan suku bunga yang dimulai pada tahun 2015. Itu menyebabkan penurunan suku bunga hipotek. Penjualan kembali rumah AS naik 2,5 persen pada Mei ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 5,34 juta unit, menurut laporan National Association of Realtors.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA