Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Ketersediaan Air di Jatim Mulai Tersendat

Jumat 21 Jun 2019 20:11 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Fernan Rahadi

Air

Air

Hal ini akibat dari pasokan debit air di hulu yang mengecil.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Perum Jasa Tirta I melaporkan terdapat beberapa titik yang ketersediaan airnya mulai tersendat. Hal ini lebih tepatnya di bagian hilir Kali Brantas.

"Salah satunya di Mojokerto," kata Direktur Utama (Dirut) Perum Jasa Tirta, Raymond Vuliant Ruritan kepada wartawan di Java Dancer Kota Malang, Jumat (21/6).

Berdasarkan laporan yang diterima, pengambilan air di PDAM Mojokerto mulai tersendat. Hal ini akibat dari pasokan debit air di hulu yang mengecil. Penyebabnya, karena penguapan yang tinggi dan tidak ada hujan lagi sepanjang tengah Kali Brantas.

Melihat situasi ini, Perum Jasa Tirta berencana melepas cadangan air di Bendungan Sutami, Kabupaten Malang dan Waduk Wonorejo, Tulungagung. Air di dua bendungan tersebut akan masuk ke Kali Brantas lalu Mojokerto hingga Kali Surabaya. Upaya ini setidaknya bisa mengamankan pasokan air minum yang bahan bakunya dari Kali Brantas dan Sungai Surabaya.

Untuk saat ini, debit yang mengalir ke Sungai Surabaya sekitar 20 meter kubik per detik. Sementara di DAS Brantas sebanyak 22 sampai 24 meter kubik per detik. "Ini masih dalam ambang pola," jelas Raymond.

Meski masih di tahap normal, Perum Jasa Tirta tetap akan menambah cadangan air. Besarannya sekitar lima sampai enam meter kubik per detik dari hulu Brantas. Aliran ini diharapkan bisa menghindari PDAM di Mojokerto, Surabaya dan Sidoarjo dari gangguan operasi.

Adapun perihal total pemakaian air di PDAM, Raymond menyatakan, sebenarnya tidak ada perubahan. Penambahan cadangan air ini untuk mengantisipasi penguapan yang tinggi. Situasi ini biasanya membuat aliran air habis dalam perjalanan.

Berbeda dengan daerah hilir sungai, Kota Malang dipastikan tidak akan kekurangan air. Sebanyak 80 persen ketersediaan air di Kota Malang berasal dari sumbernya seperti di Wendit, Kabupaten Malang dan Binangnun, Kota Batu. "Selama dari sumber, lazimnya aman karena mata air selalu menyediakan air dan sungai yang cukup," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA