Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

ESDM Tegaskan tidak Ada Kenaikan Tarif Dasar Listrik

Jumat 21 Jun 2019 10:01 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Friska Yolanda

Ilustrasi Meteran Listrik PLN

Ilustrasi Meteran Listrik PLN

Foto: Foto : MgRol112
Pemerintah melalui PLN justru memberikan diskon pada pelanggan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi menegaskan tidak ada kenaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL). Agung menyatakan pemerintah tidak memiliki rencana untuk menaikkan TTL.

Baca Juga

Hal ini disampaikan terkait viralnya isu kenaikan tarif dasar listrik di media sosial. "Isu kenaikan Tarif Tenaga Listrik dipastikan tidak benar. Pemerintah hingga saat ini tidak memiliki rencana untuk kenaikan tarif listrik. Bahkan pelanggan mampu pun tidak pernah naik sejak tahun 2017", tegas Agung, Jumat (21/6).

Agung lebih lanjut menjelaskan bahkan tarif listrik rumah tangga mampu golongan 900 VA diberikan diskon sebesar Rp 52 per kWh sejak 1 Maret 2019 menjadi Rp 1.352 per kWh. Sedangkan golongan rumah tangga 1.300 VA ke atas tarifnya Rp 1.467,28 per kWh. 

Sementara itu, tarif listrik untuk rakyat kecil yaitu golongan pelanggan 450 VA dan 900 VA masih diberikan subsidi listrik, masing-masing dengan tarif Rp 415 per kWh dan Rp 605 per kWh. Total pelanggannya sekitar 29 juta.

Bahkan, menurut Agung, tarif listrik Indonesia yang mengikuti tariff adjustment masih relatif murah dibanding negara-nengara ASEAN lainnya. "Per Mei 2019 ini TTL kita masih lebih murah dibanding Thailand (Rp 1.656), Filipina (Rp 2.437) dan Singapura (Rp 2.546)," ungkap Agung.

Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 41 Tahun 2017, disebutkan bahwa apabila terjadi perubahan terhadap asumsi makro ekonomi (kurs, Indonesian Crude Price/ICP, dan inflasi), yang dihitung secara triwulanan, maka akan dilakukan penyesuaian terhadap tarif tenaga listrik (tariff adjustment).

Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan menepis isu yang menyebut bahwa tarif dasar listrik (TDL) mengalami kenaikan. Di tengah dinamika politik nasional saat ini, khususnya berbarengan dengan persidangan sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK), memang muncul kabar di media sosial bahwa TDL naik hingga 20 persen. 

"Enggak ada itu. Saya nggak pernah tahu. Saya nggak pernah naikkan tarif. Nggak tahu dia dapat dari mana," ujar Jonan di Istana Negara, Rabu (19/6). 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA