Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Pelabuhan Tanjung Emas Tambah Fasilitas Shore Connection

Kamis 20 Jun 2019 14:20 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Nidia Zuraya

Foto udara menara Mercusuar Willem III di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Senin (25/3/2019).

Foto udara menara Mercusuar Willem III di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Senin (25/3/2019).

Foto: Antara/Aji Styawan
Fasilitas shore connection bisa menghemat 40 persen biaya dan mempercepat bongkarmuat

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pelindo III melakukan upaya penghematan energi dengan memasang jaringan listrik dari darat (shore connection) untuk kapal yang bersandar di pelabuhan. Fasilitas shore connection menggantikan sumber energi kapal yang sebelumnya menggunakan bahan bakar minyak menjadi sumber energi listrik.

PT Pelindo III Group melalui anak perusahaannya PT Lamong Energi Indonesia yang bergerak di bidang energi, sebagai penyedia jasa pelayanan shore connection. Saat ini fasilitas shore connection dengan daya listrik 1 megawatt telah tersedia di Terminal Dwimatama, wilayah Pelabuhan Tanjung Emas, yang dioperasikan khusus untuk melayani PT Pupuk Indonesia Logistic (PILOG).

“Selama ini kapal yang bersandar mesinnya harus tetap menyala untuk memenuhi kebutuhan listrik. Tapi dengan shore connection pelabuhan yang menyediakan daya listrik sehingga lebih efisien dan ramah lingkungan,” jelas Direktur Utama Pelindo III, Doso Agung di Surabaya, Kamis (20/6).

Doso Agung menjelaskan, fasilitas shore connection dapat memberikan efisiensi biaya operasional bongkar muat curah kering sebesar 40 persen. Fasilitas tersebut sekaligus mempercepat kegiatan bongkar muat yang semula 4-5 hari menjadi 3-4 hari.

“Penggunaan listrik pada kapal tanpa solar akan menghemat 40 persen biaya serta mempercepat bongkar muat karena listrik yang kami sediakan dapat mengoperasikan ship crane secara maksimal," ujar Doso.

Menggunakan shore connection, produksi bongkar muat curah kering diakui Doso meningkat dari 1.800–2.000 ton per hari, menjadi 2.300-2.500 ton per hari. Peningkatan tersebut terjadi karena energi listrik memudahkan penggunaan ship crane secara maksimal dan efisien.

“Semula kapal dengan kapasitas 7.500 GT hanya dapat menggunakan 1 ship crane karena solar mahal, tetapi dengan shore connection kapal dapat menggunakan 2 ship crane dengan biaya lebih efisien,” kata Doso Agung.

Pelayanan curah kering di Terminal Dwimatama Pelabuhan Tanjung Emas, juga dilengkapi fasilitas conveyor berukuran 1,2 x 25 meter dan berkapasitas 200 ton per jam.  Doso mengatakan, Pelindo III akan terus meningkatkan kecepatan dan ketepatan pelayanan kapal melalui penyediaan fasilitas dan peralatan canggih dan ramah lingkungan.

"Usaha tersebut dilakukan untuk memberikan kontribusi dan menekan biaya logistik sehinga mampu meningkatkan daya saing produk nasional,” ujar Doso.

Doso kemudian mengungkapkan beberapa kapal yang akan dilayani menggunakan fasilitas shore connection. Antara lain adalah MV Pusri Indonesia, kapal curah kering bermuatan 7.497 ton pupuk. MV Pusri Indonesia membutuhkan daya sampai dengan 900 KW untuk memenuhi kebutuhan listrik kapal dalam melakukan kegiatan bongkar muat.


Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA