Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

Wali Murid di Surabaya Demo Zonasi PPDB Hingga Malam Hari

Kamis 20 Jun 2019 05:18 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Warga menunjukkan bukti pendaftaran SMP jalur zonasi saat berunjukrasa di Balai Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/6/2019).

Warga menunjukkan bukti pendaftaran SMP jalur zonasi saat berunjukrasa di Balai Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/6/2019).

Foto: Antara/Didik Suhartono
Wali Murid sempat berdialog dengan kepala Dispendik Surabaya.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Ratusan wali murid bertahan di kantor Dinas Pendidikan Surabaya hingga Rabu malam. Mereka bertahan untuk memrotes pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Negeri sistem zonasi.

Berdasarkan pantauan, ratusan wali murid menyuarakan beberapa tuntutan, seperti dibatalkannya PPDB dan diubah seperti tahun-tahun sebelumnya. Mereka juga sempat berdialog dengan Kepala Dispendik Surabaya Ikhsan hingga pukul 22.30 WIB.

Usai berdialog, Ikhsan berjanji akan berkonsultasi PPDB SMP dengan pemerintah pusat pada Kamis (20/6). "Sejak kemarin memang ada dari masyarakat yang menyuarakan keinginan mereka agar PPDB seperti tahun-tahun sebelumnya di Surabaya," ujarnya.

Wali murid, kata dia, merasa dengan adanya zonasi tidak mempertimbangkan jerih payah anak-anak yang sudah sejak jauh hari mengikuti les dan belajar. Dengan begitu peraih NUN tinggi tidak terfasilitasi dalam PPDB zonasi.

"Aspirasi mereka kami tampung karena sejak pagi sudah di sini. Mereka mengusulkan banyak hal, salah satunya minta dijalankan PPDB sampai selesai dan kalau sudah selesai mereka meminta penambahan pagu di setiap kelas yang ada," tuturnya.

Ia mengungkapkan aturan pemerintah menetapkan setiap rombongan belajar berisi 32 anak. Oleh sebab itu harus dikonsultasikan ke pemerintah pusat jika mau ada tambahan. "Akan kami konsultasikan dengan pusat hingga selesai besok pagi. Dan kami janjian dengan orang tua bertemu lagi pukul 16.00 WIB," ucapnya.

Tak hanya itu, ada banyak tuntutan orang tua karena banyak keluhan yang dirasakan. Seperti ada yang mau jarak masuk dalam rangking PPDB.

"Seharian kami buat rumusan-rumusan itu, sempat ada tim perwakilan orang tua juga dibatalkan. Termasuk penutupan server yang masih dikeluhkan karena ada sebagian orang tua yang datang ke sini juga belum daftar. Ini masih dirembug lagi juga sama orang tua mereka maunya ditutup apa dibuka," katanya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA