Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Alasan AKR tak Lagi Mau Jual Solar Bersubsidi

Rabu 19 Jun 2019 14:20 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya

Truk-truk mengantre mengisi Solar bersubsidi.

Truk-truk mengantre mengisi Solar bersubsidi.

Foto: Pertamina
Saat ini AKR hanya menjual solar nonsubsidi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT AKR Corporindo sejak 12 Mei kemarin tak lagi menjual solar bersubsidi di seluruh SPBU nya. Alasannya, tak lain karena formula harga BBM yang diubah oleh pemerintah dinilai perusahaan kurang pas.

"Kita sudah sampaikan ke BPH Migas, harga jual solar tidak sesuai keekonomian. Formual harga BBM kurang pas," ujar Direktur AKR Corporindo Suresh Vembu saat dihubungi, Rabu (19/6).

Suresh juga menjelaskan keputusan ini diambil perusahaan karena mengingat ongkos distribusi untuk penyaluran solar yang merupakan aspek penting. Namun, ia tidak merinci apakah AKR akan melanjutkan penjualan solar setelah membahas lebih lanjut dengan pemerintah.

Suresh hanya menjelaskan perusahaan tetap menjual solar ke industri dan solar non subsidi seperti sebelumnya. Hanya saja, untuk solar subsidi, perusahaan memutuskan untuk tidak menjual lagi.

"Kami tetap jual solar ke industri dan solar non subsidi. Tapi untuk sementara AKR ga jual solar subsidi di SPBU dan SPBN," ujar Suresh.

Direktur Bahan Bakar Minyak BPH Migas Patuan Alfon Simanjuntak menjelaskan  usulan dari pemerintah sendiri meminta agar perusahaan tetap bisa menjual solar tersebut. Ia menjelaskan sebab Solar karena masuk dalam Jenis BBM Tertentu (JBT) yang merupakan penugasan dan disubsidi pemerintah, sama seperti yang dijual oleh PT Pertamina (Persero).

"Memang ada penghentian sementara. Namun memang alasannya jelasnya mungkin tanya ke perusahaan saja. Saat ini Kementerian ESDM sedang menganalisis keputusan mereka," ujar Alfon di Kementerian ESDM, Rabu (19/6).

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA