Friday, 15 Safar 1442 / 02 October 2020

Friday, 15 Safar 1442 / 02 October 2020

Pria Penyebar Video Pembantaian Christchurch Dihukum 21 Bulan

Selasa 18 Jun 2019 13:00 WIB

Red:

abc news

abc news

Foto: abc news

Seorang pria Selandia Baru Philips Arps telah dijatuh hukuman 21 bulan penjara karena menyebarkan video mengenai pembantaian terhadap jemaah mesjid di Christchurch.

Sebelumnya Philip Arps sudah mengaku bersalah atas dua tuduhan menyebarkan video tersebut, yang sebelumnya disiarkanlangsung di Facebook oleh pelaku penembakan yang menewaskan 51 orang bulan Maret lalu tersebut.

Hakim di Pengadilan Christchurch Stephen O'Driscoll mengatakan ketika ditanyai mengenai video tersebut, Arps menggambarkannya sebagai 'bagus' dan tidak menunjukkan simpati sama sekali terhadap para korban.

Hakim O'Driscoll mengatakan Arps yang berusia 44 tahun tersebut memiliki pandangan negatif terhadap warga Muslim dan karenanya melakukan kejahatan menyebarkan kebencian.

Di pengadilann diungkapkan bahwa Arps yang pernah menyebut dirinya menyerupai penjahat perang Nazi Rudolf Henz mengirim video itu kepada 30 orang yang dikenalnya.

Menurut laporan media lokal Selandia Baru, Stuff.co.nz Arps adalah salah satu dari beberapa warga Selandia Baru yang dikenai tuduhan menyebarkan video penyerangan Christchurch tersebut.

Dalam pembelaannya, Arps mengatakan dia memiliki hak untuk menyebarkan video tersebut berdasarkan aturan kebebasan melakukan tindakan berdasarkan pandangan politik tertentu.

Pengacara Arps Anselm Williams mengatakan kepada hakim bahwa kliennya seharusnya tidak dihukum penjara.

Setelah sidang, Williams mengatakan bahwa Arps telah mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Selandia Baru namun tidak mau memberikan komentar lebih lanjut.

Pelaku pembantaian Brenton Tarrant (28 tahun) minggu lalu mengatakan tidak bersalah atas tuduhan 51 pembunuhan, 40 usaha melakukan pembunuhan dan satu tuduhan tindak terorisme.

Sidangnya akan dimulai bulan Mei tahun 2020.

AP

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA