Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Teknologi Baru, Ini Spesifikasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Selasa 18 Jun 2019 09:52 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolanda

Pekerja melintas di dekat Tunnel Walini saat pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019).

Pekerja melintas di dekat Tunnel Walini saat pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019).

Foto: Antara/M Agung Rajasa
Kereta cepat CR400AF dilengkapi dengan dua rem darurat untuk keamanan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mengedepankan teknologi terkini, Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan menggunakan rangkaian generasi terbaru tipe CR400AF. Kereta cepat tersebut  merupakan hasil pengembangan tipe CRH380A oleh CRRC Qingdao Sifang. 

Direktur Utama Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) Chandra Dwiputra mengatakan kereta cepat tipe CR400AF memiliki dimensi lebih besar dari tipe sebelumnya. Kereta Cepat Jakarta-Bandung memiliki lebar 3,36 meter dan tinggi 4,05 meter dengan panjang kepala kereta 27,2 meter dan intermediate kereta 25 meter. 

"Selain lebih andal, CR400AF juga memiliki masa penggunaan lebih lama hingga lebih dari 30 tahun sejak tahun produksi biaya perawatan yang lebih rendah," kata Chandra, Senin (17/6).

Berbeda dengan tipe sebelumnya, CR400AF didesain untuk beroperasi di empat iklim, salah satunya tropis dengan konsisi suhu dan kelembaban tinggi seperti di Indonesia. Setiap rangkaian CR400AF dilengkapi dua //lightning arrester// untuk meningkatkan keamanan terhadap sambaran petir terutama di sisi peralatan tegangan tinggi.

Selain mampu beroperasi di iklim tropis dan cuaca ekstrem, CR400AF juga dipastikan mampu menghadapi kondisi geografis lintasan Jakarta-Bandung yang cenderung menanjak. Dengan besar daya setiap rangkaian mencapai 9750 kW, CR400AF mampu memberikan akselerasi yang lebih baik saat melewati trase pada elevasi 30 per mil.

Dalam kondisi darurat, lanjut dia, CR400AF dapat digunakan sebagai penarik kereta lainnya meskipun dalam kondisi gradien atau elevasi 12 per mil. "CR400AF dilengkapi dengan dua emergency brake" tutur Chandra.

Dia mengatakan, emergency brake pertama disebut Emergency Brake EB yang bekerja berdasarkan perintah driver controller, fasilitas emergency brake penumpang, dan kontrol kewaspadaan masinis. Emergency brake kedua yakni Emergency Brake UB yang akan aktif berdasarkan fungsi Automatic Train Protection (ATP), pendeteksi jarak antar kereta dan pada saat power kereta dalam kondisi off atau tidak bekerja. 

"Dengan dua sistem emergency brake ini, CR400AF menawarkan tingkat keamanan yang lebih untuk melindungi kereta pada saat terjadi kesalahan sistem maupun human errror," jelas Chandra. 

Satu rangkaian kereta CR400AF terdiri dari delapan kereta dengan komposisi empat kereta bermotor dan empat kereta tanpa motor. Dengan komposisi tersebut, Chandra memastikan kereta CR400AF memiliki kecepatan desain hingga 420 kilometer per jam dan kecepatan operasional 350 kilometer per jam.

"Meskipun kecepatan tinggi, dari sisi kenyamanan CR400AF memiliki cabin noise yang lebih rendah sehingga mampu meredam getaran dan suara di dalam kereta dengan lebih optimal," ungkap Chandra.

Dengan kecepatan tinggi tersebut, kereta cepat tersebut dapat menempuh jarak 142,3 km Jakarta-Bandung hanya dalam waktu 36 menit untuk perjalanan langsung. Sementara jika dengan kondisi berhenti setiap stasiun akan memakan waktu 46 menit dengan kondisi perjalanan berhenti di setiap stasiun. Sepanjang trase Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan melewati empat stasiun pemberhentian yakni Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA