Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Merapi Luncurkan Empat Guguran Lava ke Kali Gendol

Senin 17 Jun 2019 20:50 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Luncuran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari wilayah Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (12/1/2019) dini hari.

Luncuran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari wilayah Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (12/1/2019) dini hari.

Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho
Selain guguran lava BPPTKG juga mencata sembilan kali gempa guguran dari Merapi.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah meluncurkan empat kali guguran lava pijar ke arah hulu Kali Gendol pada Senin (17/6). Hal itu diungkapkan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Hanik Humaida dalam keterangan resminya.

Menurut dia, empat guguran lava yang terekam selama periode pengamatan pukul 12.00-18.00 WIB memiliki jarak luncur 500-1.000 meter.

Selain guguran lava, BPPTKG juga mencatat sembilan kali gempa guguran dengan amplitudo 4-55 mm yang berlangsung selama 29.76-105.14 detik, dua kali gempa embusan dengan amplitudo: 6-9 mm dan durasi 26.2-41.28 detik, serta gempa tektonik jauh dengan amplitudo 12 mm dan durasi 270.35 detik.

Di gunung api itu, asap kawah tak tampak, angin bertiup lemah ke arah timur laut dan barat, suhu udara 15-23.3 derajat Celsius, kelembapan udara 27-71 persen, dan tekanan udara 628.2-708.4 mmHg.

Pertumbuhan kubah lava Gunung Merapi masih stabil dan volumenya relatif tetap sejak Januari 2019. Berdasarkan analisis foto udara pada 4 Mei 2019, volume kubah lava Gunung Merapi sebanyak 458.000 meter kubik.

Berdasarkan laporan hasil pengamatan visual dan instrumental BPPTKG selama 7-13 Juni 2019, aktivitas vulkanik Gunung Merapi hingga kini masih cukup tinggi. Status gunung itu masih dipertahankan pada Level II atau Waspada.

BPPTKG masih meminta agar radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi dikosongkan dari aktivitas penduduk dan pendakian.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA