Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kemenpar Dapat Predikat WTP Empat Tahun Berturut-turut

Senin 17 Jun 2019 23:45 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolanda

Sejumlah petugas kepolisian bersiaga di depan gedung Kementerian Pariwisata Jalan Merdeka Barat, Jumat (2/11).

Sejumlah petugas kepolisian bersiaga di depan gedung Kementerian Pariwisata Jalan Merdeka Barat, Jumat (2/11).

Foto: Mini Kartika
Kemepar berupaya menciptakan lingkungan komunikasi yang baik untuk mencapai WTP.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kinerja keuangan kementerian pariwisata (Kemenpar) meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) saat Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan Atas Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga Tahun 2018. Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan sekaligus Pelaksana Tugas Sekretaris Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Ni Wayan Giri Adnyani, mengatakan peraihan WTP tersebut buah dari hasil kerja keras aparatur Kemenpar. Sekaligus, sebagai cerminan kepatuhan seluruh jajaran kementerian terhadap undang-undang yang berlaku. 

Baca Juga

“Ada 38 kementerian lembaga yang meraih WTP di lingkungan Auditorat Utama Keuangan Negara (AKN) III. Ini sebuah prestasi tersendiri bagi Kemenpar,” kata Adnyani di Jakarta, Senin (17/6).

Dia menyebut, prestasi ini diperoleh dengan upaya dan usaha yang keras. Selain itu, birokrat sudah berupaya untuk menciptakan lingkungan komunikasi yang baik sehingga dapat mencapai opini Wajar Tanpa Pengecualian dengan tingkat profesionalisme tinggi.

Opini WTP tersebut, kata dia, berhasil diraih Kementerian Pariwisata selama empat tahun berturut-turut sejak tahun 2015 hingga 2018 selama kepemimpinan Menteri Pariwisata Arief Yahya. “Prestasi ini harus menjadi pemantik semangat untuk bekerja lebih keras lagi dalam mempertahankan opini WTP,” kata Giri.

Giri mengungkapkan, capaian itu sesuatu yang membanggakan. Diharapkan dapat menjadi pendongkrak para pegawai agar terus bekerja keras dalam menjaga integritas tata kelola keuangan negara. "Predikat WTP bukanlah akhir. Ini titik awal kita untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan APBN di tahun-tahun berikutnya," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA