Minggu, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 Januari 2020

Minggu, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 Januari 2020

Mahasiswa UMM Berkesempatan Jadi Relawan Internasional

Senin 17 Jun 2019 11:51 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Dwi Murdaningsih

Ketiga mahasiswa UMM mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak sekolah TK  Polandia dalam program International Educations 2.0 AIESEC UMM AIESEC.

Ketiga mahasiswa UMM mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak sekolah TK Polandia dalam program International Educations 2.0 AIESEC UMM AIESEC.

Foto: umm
AIESEC akan membimbing dari awal hingga kepulangan menjadi relawan.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- AIESEC Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah membuka peluang besar bagi mahasiswa semua program studi Kampus Putih yang memiliki jiwa petualang dan sosial tinggi. Peluang diwujudkan dalam program Global Volunteer bertajuk Summer Volunteer.

Project Manager Global Volunteer, Wawan menjelaskan, mahasiswa yang berpartisipasi akan melakukan social projectdi luar negeri bersama dengan partisipan-partisipan dari negara lain. Organisasi Internasional yang ada di 126 negara ini setiap tahun biasanya membuka dua kesempatan menjadi global volunteer. Antara lain saat musim dingin dan panas.

"Sedangkan durasi social project-nya berkisar enam sampai delapan minggu," kata Wawan.

Pelaksanaan Global Volunteer biasanya digelar pada saat liburan semester sehingga tidak mengganggu kuliah. Semua program-program social project yang dikerjakan berdasarkan pada Sustainable Development Goals atau SDG’s. Di program SDG’s, terdapat 17 poin yang menjadi fokus seperti tentang kemiskinan, kesehatan, pendidikan dan lain-lain.

Wawan memastikan, kesempatan menjadi relawan internasional ini terbuka lebar bagi seluruh mahasiswa dari berbagai jurusan. Untuk mengikuti kegiatan tersebut, persyaratannya cukup mudah. Calon relawan harus mendapat persetujuan orang tua. "Dan tanda tangan parent permission letter dari AIESEC UMM yang diberikan ketika datang ke booth pendaftaran,” terang Wawan.

Setelah itu, lanjut Wawan, calon relawan akan melalui beberapa proses lagi. Lalu proses terakhir akan mengikuti seleksi wawancara dengan AIESEC di negara pemegang project melalui video call. “Sebelum wawancara sesungguhnya, AIESEC UMM akan membantu calon volunteer dengan simulasi interview agar tampil lebih maksimal. Jadi semua calon peserta akan siap sebelumnya,” ungkapnya melalui keterangan resmi yang diterima Republika.co.id.

Selain itu, Wawan menyebutkan, calon relawan juga tidak dipersyaratkan memiliki skor TOEFL, IELTS, IPK ataupun membuat surat motivasi. Calon relawan jiga tidak perlu khawatir karena AIESEC akan membimbing dari awal hingga kepulangan. AISEC juga akan melakukan pengawasan terhadap perkembangan para peserta.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA