Saturday, 20 Rabiul Akhir 1442 / 05 December 2020

Saturday, 20 Rabiul Akhir 1442 / 05 December 2020

Masjid Agung Baitul Ala Aceh akan Bertabur Batu Giok

Kamis 13 Jun 2019 16:29 WIB

Red: Nashih Nashrullah

batu giok aceh, ilustrasi

batu giok aceh, ilustrasi

Foto: saibumi.com
7.000 m2 disiapkan untuk Masjid Agung Baitul Ala Nagan Raya Aceh.

REPUBLIKA.CO.ID, NAGAN RAYA— Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, kini menyiapkan 7.000 meter persegi batu Giok untuk dipasang pada sejumlah sisi bangunan Masjid Agung Baitul 'Ala, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, yang akan dijadikan sebagai ''Masjid Giok'' di kabupaten itu.

"Kita harapkan nantinya Masjid Giok ini menjadi salah satu kebanggaan masyarakat di Nagan Raya dan khususnya di Provinsi Aceh," kata Bupati Nagan Raya HM Jamin Idham kepada Antara, Kamis (13/6) di Suka Makmue.

Menurutnya, terdapat sejumlah variasi batu alam yang akan ditempatkan di masjid tersebut, di antaranya giok jenis black jade akan dipasang di bagian tangga, kemudian Giok Nefrite dan jenis giok lain akan dipasang di bagian dalam lantai serta di sejumlah sisi bangunan lainnya.

Baca Juga

Dia menargetkan pemasangan batu alam tersebut akan dimulai pada Oktober 2019 mendatang, dan diharapkan pada 2020 nantinya bisa digunakan untuk masyarakat umum, sebagai sarana ibadah serta berbagai kegiatan keagamaan lainnya.

Dia menjelaskan, saat ini pemerintah daerah juga sedang menunggu proses perakitan alat pemasangan batu alam yang khusus didatangkan dari Bandung, Jawa Barat. Mengingat proses pembelahan batu alam yang terdapat di kawasan pegunungan Nagan Raya, Aceh, membutuhkan mesin yang kuat, karena kualitas batu alam yang akan dibelah tersebut memiliki kualitas yang sangat baik.

Menurut dia, seluruh batu alam yang diambil di kawasan hutan produksi di Desa Krueng Isep, Kecamatan Beutong, tersebut seluruhnya diolah di Desa Blang Sapek, Kecamatan Suka Makmue.

Dia juga memastikan dalam pembelahan batu alam tersebut juga tidak menggunakan dana daerah, akan tetapi dilakukan kerjasama investasi. Seluruh pekerja dan peralatan pembuatan dan alat belah batu didatangkan dari Jawa. Hal ini dilakukan guna menghemat biaya produksi dan memaksimalkan pembuatan bahan dasar lantai yang akan dipasang di masjid agung setempat.

"Kalau dulu batu gioknya dibawa ke Jawa Timur dan setelah diolah dikirim lagi ke Aceh. Itu tidak efektif dan boros. Kita sekarang ingin efisien, cepat dan tepat," kata Bupati HM Jamin Idham. 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA