Minggu, 16 Muharram 1441 / 15 September 2019

Minggu, 16 Muharram 1441 / 15 September 2019

 

Kecelakaan Selama Mudik Lebaran di Yogyakarta Naik

Kamis 13 Jun 2019 13:02 WIB

Rep: Riza Wahyu Pratama/ Red: Muhammad Hafil

Ilustrasi Kecelakaan

Ilustrasi Kecelakaan

Foto: Foto : MgRol112
Kasus kecelakaan paling banyak di daerah-daerah wisata Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Polda DI Yogyakarta mencatat kenaikan jumlah kecelakaan lalu lintas selama arus mudik Lebaran 2019. Selama periode 29 Mei-10 Juni, terjadi 76 kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga

Angka ini menunjukkan kenaikan dari jumlah kecelakaan lalu lintas selama arus mudik Lebaran 2018 yang cuma 56 kasus. Selama Operasi Ketupat Progo, ada empat korban meninggal dunia dan delapan luka.

"Ada tambahan kurang lebih 9 kasus dibanding tahun sebelumnya, yang meninggal empat orang," kata Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri di Mapolda DI Yogyakarta, Kamis (13/6).

Dofiri menyebut, kecelakaan lalu lintas banyak terjadi di Kabupaten Gunungkidul. Utamanya, di jalur-jalur menuju dan meninggalkan destinasi-destinasi wisata.

Ia menilai, penyebabnya sebagian besar lantaran mobilitas orang dan kendaraan yang tahun ini luar biasa padat. Apalagi, sampai saat ini masih belum habis masa libur sekolah.

Sejak Operasi Ketupat Progo ditutup hingga kemarin, kepadatan disebut masih terus berlangsung. Untuk itu, Polda DI Yogyakarta masih menginstruksikan jajarannya melakukan pengamanan maksimal.

"Paling tidak sampai Ahad besok, tapi itupun sudah kita antisipasi, artinya kesigapan tetap seperti pelaksanaan Operasi Ketupat Progo," ujar Dofiri.

Meski begitu, ia merasa, secara umum pengamanan selama Operasi Ketupat Progo berjalan baik dan lancar. Artinya, target-target seperti ketersediaan bahan pokok terkendali cukup baik.

Selain itu, Kamtibmas turut terkendali cukup baik. Termasuk, ancaman-ancaman teror yang sebelumnya sudah diprediksi dan dapat diantisipasi secara kondusif.

Termasuk, lanjut Dofiri, kunjungan Presiden RI ke Yogyakarta kemarin berjalan baik. Bahkan, tahun ini kecelakaan laut berkurang sangat signifikan dan hampir tidak ada.

"Justru, yang laut paling banyak ancaman ubur-ubur, sehingga orang malas berenang ke laut, tapi secara keseluruhan Operasi Ketupat Progo 2019 berjalan baik," kata Dofiri.

Senada, Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Muhammad Zamroni merasa, pengamanan tahun ini menunjukkan efektivitas sinergi TNI, Polri dan masyarakat. Termasuk, saat kedatangan Presiden RI.

Ia mengungkapkan, Presiden RI mengaku sangat senang berada di Yogyakarta. Bahkan, lebih dari satu hari dan ada satu hari yang diisi mengelilingi Yogyakarta.

"Karena menikmati demikian nyamannya di Yogyakarta," ujar Zamroni.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES