Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Aturan Penumpang di Atas Bus Dikaji

Sabtu 08 Jun 2019 08:55 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Bilal Ramadhan

Anies Baswedan

Anies Baswedan

Foto: ROL/Havid Al Vizki
Sopir bus akan bertanggung jawab atas kejadian pada penumpangnya.

REPUBLIKA.CO.ID, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara takbiran di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) KS Tubun, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (4/6) malam. Anies menyebut Indonesia mempunyai tradisi untuk takbiran sejak dahulu. Sehingga tradisi takbiran itu tidak boleh hilang.

Anies naik kendaraan roda empat bak terbuka yang didalamnya terdapat sebuah bedug besar. Ia menyapa sambil melambaikan tangannya pada warga yang berada di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Di sepanjang jalan KH. Mansyur warga berteriak histeris ketika Anies datang dengan senyum di wajahnya. Sehingga banyak yang langsung menghampiri Anies untuk berjabat tangan dan berswafoto. Bahkan, ada sekelompok remaja pria dan wanita menggunakan bus kopaja dan metromini yang ikut menyapa Anies.

Sepanjang jalan K.H Mas Mansyur dipenuhi sampah petasan.Para petugas kebersihan pun dikerahkan untuk membersihkan jalanan tersebut. Pantauan Republika sampai pukul 23.30 WIB jalanan ini masih ramai dan macet. Anak-anak di bawah umur pun berkeliaran dengan main petasan di pinggir jalan.

"Takbiran itu adalah bertakbir sepanjang malam itu disunnahkan. Kami di Indonesia punya kebiasaan untuk mengadakan takbir keliling, ini sebuah tradisi yang dulunya kami menggunakan obor keliling kampung karena waktu itu belum ada lampu merayakan malam kemenangan," kata Anies, Selasa (4/6) malam.

Anies melanjutkan di Jakarta pun bukan pengecualian adanya kegiatan takbiran ini dilaksanakan. Anies ingin agar warga merasakan tanah mereka sendiri dan rumah mereka sendiri. Jangan sampai mereka seakan berada di tanah asing dimana mereka tidak boleh melaksanakan yang menjadi kebiasaannya selama ratusan tahun.

Anies menambahkan ia juga melihat di pinggir jalan sudah banyak yang bersiap siap untuk takbiran keliling. Ia mengaku senang banyak warga yang antusias untuk merayakan lebaran. Sementara itu, ia mengimbau kepada warga agar tetap tertib melaksanakan malam takbiran hingga besok untuk melaksanakan sholat Idul Fitri.

“Saya tadi naik mobil keliling beberapa tempat, kegiatan pertamanya disini. Sesudah ini nanti kami akan ke tempat lain yaitu Tanah Abang. Kemudian, Bundaran HI dan beberapa wilayah selanjutnya mengalir saja. Ya mengalir saja memantau kondisi di Ibukota tapi kami senang sekali dengan antusias warga,” ujar dia.

Menurut Anies, untuk pengamanan sejauh ini berjalan baik dari aparat kepolisian yang bertugas beserta jajaran lainnya. Ia juga turut memantau semua wilayah dan kegiatan untuk takbiran. Maka dari itu, lanjut dia, semua sudah dikoordinasikan oleh jajaran baik wali kota, Camat dan Lurah.

“Paling banyak antisipasi lebih banyak kepada soal pengelolaan lalu lintas,” kata dia menambahkan.

Mengenai penumpang yang berada di atas bus, Anies akan mengkaji untuk membuat peraturan khusus. Peraturan ini untuk memberi sanksi kepada sopir bus yang memperbolehkan penumpang berada di atas bus. Karena jika hal ini terjadi lagi supir bus dan operator harus bertanggung jawab atas kejadian pada penumpangnya.

"Karena itu tidak boleh sebetulnya dan harus ada sanksi bagi supir yang membiarkan atap kendaraannya dibiarkan untuk duduk dan berdiri. Bukan seharusnya ada disitu jadi sanksinya harus ada pada pengendali kendaraan," kata Anies.

Anies belum bisa memastikan peraturan tersebut harus pakai Peraturan Gubernur (Pergub) atau Peraturan Daerah (Perda). Nantinya, aturan ini akan diberlakukan untuk selamanya. Kemudian, lanjut dia, peraturan ini berlaku tidak hanya malam takbiran saja, akan tetapi untuk acara-acara tertentu yang membuat penumpangnya naik di atas atap kendaraan.

Sebelumnya diketahui, video segerombolan bocah dan remaja yang duduk-duduk di atap bus TransJabodetabek terjepit di kolong lintas bawah Tanah Abang tepatnya di depan Stasiun Karet, Jakarta Pusat saat Selasa (4/6) malam lalu. Video ini menjadi viral di media sosial karena anak-anak yang terjepit di atas bus tersebut.

Kejadian itu diabadikan dalam sebuah video oleh seorang warga Jakarta yang sedang melintas di lokasi sekitar pukul 21.33 WIB. Dalam video tersebut, tampak sejumlah bocah dan remaja tanggung duduk di atas atap bus. Ketika bus sedang melewati terowongan Tanah Abang, bus terpaksa berhenti sebab rombongan itu terjepit di antara atap bus dan langit-langit terowongan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA