Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Inflasi DKI Selama Ramadhan Dipicu Harga Bahan Pangan

Selasa 11 Jun 2019 12:56 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Andi Nur Aminah

Pemantauan harga bahan pangan (ilustrasi)

Pemantauan harga bahan pangan (ilustrasi)

Foto: Republika/Bayu Adji P
Selama Mei 2019, inflasi Jakarta tercatat sebesar 0,59 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mengumumkan selama Mei 2019, inflasi Jakarta tercatat sebesar 0,59 persen (mtm/month to month). Angka itu meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya yang tercatat 0,40 persen (mtm).

"Permintaan bahan pokok yang tinggi menjelang Lebaran menyebabkan beberapa bahan pokok mengalami kenaikan harga," ujar Kepala BPS DKI Jakarta Thoman Pardosi dalam siaran pers, Selasa (11/6).

Kenaikan harga ini menyebabkan kelompok bahan makanan menjadi kelompok inflasi tertinggi dengan nilai sebesar 0,34 persen. Salah satunya dengan kenaikan harga daging ayam ras pada Mei yang memiliki andil sebesar 0,0748 persen.

Baca Juga

Cabai merah juga merupakan bahan pokok yang menyebabkan inflasi Mei dengan andil 0,0541 persen. Selain itu, bahan pangan lain di antaranya bawang putih dan telur ayam ras yang memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0248 persen dan 0,0201 persen.

Termasuk juga inflasi terjadi pada kelompok transportasi. Kenaikan pada angkutan antarkota sebesar 0,0683 persen dan tarif kereta api 0,0119 persen.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Hamid Ponco Wibowo mengatakan, cukup tingginya inflasi pada beberapa komoditas tersebut didorong meningkatnya permintaan masyarakat. Sepanjang pelaksanaan puasa dan untuk persiapan Hari Raya Idul Fitri.

"Permintaan masyarakat terhadap bahan pangan dan jasa transportasi akan berangsur-angsur berkurang, seiring dengan berlalunya momen Hari Raya Idul Fitri," kata Hamid.

Tekanan inflasi kemudian cenderung lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Menurut dia, penguatan koordinasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta forum-forum yang ada akan terus ditingkatkan.

Hamid mengatakan, hal itu perlu dilakukan mengingat pengendalian harga memerlukan kerjasama dan sinkronisasi. Untuk langkah kebijakan dari tingkat pusat hingga daerah, serta komitmen yang kuat dalam implementasi kebijakan yang telah diputuskan

"Dengan berbagai upaya tersebut diharapkan inflasi DKI Jakarta tahun 2019 dapat tetap terjaga dan mendukung capaian sasaran inflasi nasional sebesar 3,5 persen kurang lebih 1 persen," lanjut dia.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA