Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

BKP Kementan Gelar OP Cabai Percepat Stabilitasi Harga

Senin 10 Jun 2019 18:36 WIB

Red: EH Ismail

Cabai yang dijual di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (7/6).

Cabai yang dijual di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (7/6).

Foto: Republika/Imas Damayanti
Kementan harus mempertahankan upayanya menjaga stabilitas harga pangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Stabilisasi harga pangan selama Ramadhan dan Idul Fitri 2019 diapresiasi berbagai pihak. Karena Pemerintah mampu menjaga harga  tetap terjangkau.

Tentu masih ada komoditas pangan khususnya cabai yang harganya fluktuatif, meskipun fluktuasi harga tersebut masih dianggap wajar. Berdasarkan laporan panel harga Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, cabai merah keriting di Jakarta yang semula rata-rata Rp 34.399/kg (awal Bulan Ramadhan) mulai mengalami kenaikan signifikan beberapa hari mendekati hari H Idul Fitri.

Rata-rata Rp 46.818/kg. Bahkan sampai H+4 Idul Fitri 2019, harga cabai merah keriting masih bertengger di angka Rp49.444/kg meskipun sudah mulai  terjadi tren menurun. 

"Salah satu penyebab berfluktuasinya harga cabai segar, karena memiliki umur simpan yang pendek (3-4 hari), sehingga pedagang sulit mempertahankan stok cabai tersebut," ujar Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP, Risfaheri dalam keterangan tertulisnya pada Senin (10/6).

Pihaknya memahami hal tersebut, karena mendekati hari H Idul Fitri sebagian petani perhatian sudah beralih pada persiapan lebaran, sehingga pasokan cabai ke pasar mulai terganggu, dan  pedagang yang berjualan juga sudah mulai berkurang. 

Kalaupun ada pedagang yang berjualan pada H-2, H-1 dan H+1, H+2 Idul Fitri tentu harganya sudah tinggi karena pasokan dan penjual sudah terbatas. Hal ini diakui juga oleh Ujang, salah satu pedagang di Pasar Raya Padang. Pada hari H+3 Idul Fitri, harga cabai merah keriting masih Rp 60.000/kg. Karena tergangu masa lebaran.

Menurutnya harga akan bergerak normal mulai minggu depan (10/6). Pantauan di Pasar Induk Kramat Jati, pada H+4 Idul Fitri, aktivitas mulai normal. 

Berdasarkan data Info Pangan Jakarta, harga cabai merah keriting di Jakarta pasca Idul Fitri (H+4) rata-rata Rp 48.260/kg, harga tertinggi mencapai Rp 70.000, dan harga di pasar Induk Kramat Jati masih tergolong tinggi Rp 55.000/kg.

Harga cabai rawit merah di Jakarta pasca Idul Fitri (H+4) rata-rata Rp 36.869/kg, dan harga bawang merah rata-rata Rp 39.695/kg. Meski harga bawang merah relatif stabil dibandingkan cabai, tetapi harga bawang merah masih di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan Rp.32.000/kg.

Untuk mempercepat stabilisasi harga cabai, di hari pertama masuk kerja ini (Senin 10/6) BKP Kementan melakukan OP cabai di sepuluh titik, 8 pasar eceran di Jakarta yang harga cabai tinggi, Toko Tani Indonesia Center (TTIC) Pasar Mingggu Jakarta, dan TTIC Cimanggu Bogor. 

"Kami tidak mau ambil risiko terhadap fluktuasi harga cabai ini, karena cabai dibutuhkan oleh seluruh masyarakat dalam kesehariannya. Setiap terjadi lonjakan harga cabai, kami langsung melakukan tindakan seperti yang kami lakukan sebelumnya beberapa hari menjelang Idul Fitri," jelas Risfaheri.

Dalam OP kali ini, cabai merah keriting dijual dengan harga Rp. 35.000/kg, cabai rawit merah Rp. 18.000/kg, dan bawang merah Rp. 20.000/kg. Kami bisa pasarkan dengan harga murah, karena komoditas tersebut didatangkan langsung dari kelompok tani binaan.

Lokasi

Adapun 8 lokasi pasar yang menjadi sasaran OP adalah Pasar Johar Baru, Pasar Kalibaru, Pasar Grogol, Pasar Kramat Jati, Pasar Cibubur, Pasar Pos Pengumben, Pasar Tebet Barat dan Pasar Kelapa Gading.

“Seiring menurunnya permintaan seusai Idul Fitri 2019, dan adanya OP yang kami lakukan. Kami harap dalam beberapa hari ini harga sudah benar2 stabil dan normal kembali,” pungkas Risfaheri.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA