Senin, 18 Zulhijjah 1440 / 19 Agustus 2019

Senin, 18 Zulhijjah 1440 / 19 Agustus 2019

ASDP: Masih Ada 300 Ribu Pemudik Belum Kembali ke Bali

Senin 10 Jun 2019 10:25 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Kendaraan tujuan Pulau Bali mengantre memasuki kapal pelayaran di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (1/6/2019).

Kendaraan tujuan Pulau Bali mengantre memasuki kapal pelayaran di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (1/6/2019).

Foto: Antara/Budi Candra Setya
ASDP mendata baru sekitar 128.019 orang dari 428.019 penumpang yang kembali.

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUWANGI -- PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang-Gilimanuk memperkirakan hingga kini masih ada 300.000 pemudik Lebaran 2019 yang belum menyeberang atau kembali ke Pulau Bali menggunakan jasa kapal feri dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju ke Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.

Data yang diperoleh di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (10/6) menyebutkan hingga Ahad (9/6) sore pemudik yang menyeberang melewat Selat Bali itu baru sekitar 128.019 orang dari 428.019 penumpang yang terdata saat arus mudik dari Bali ke Pulau Jawa.

"Artinya, baru 29,5 persen penumpang kapal feri yang telah menyeberang ke Gilimanuk. Jadi masih cukup banyak yang belum kembali, atau sekitar 70 persen lebih dari jumlah arus mudik 428.019 penumpang," kata General Manajer PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang-Gilimanuk, Fahmi Alweni.

Ia menjelaskan, selain masih ada ratusan ribu penumpang yang belum kembali, hingga H+3 Lebaran 2019 baru 11.517 unit roda yang kembali ke Bali dari 85.472 unit yang tercatat mudik.

Sementara untuk kendaraan roda empat atau mobil pribadi, dari jumlah arus mudik sebanyak 39.049 unit, sampai Ahad (9/6) baru 27 persen yang sudah menyeberang atau hanya 10.876 kendaraan.

"Biasanya setelah Lebaran Ketupat yang sudah menjadi tradisi, pemudik akan kembali ke Bali, lewat Pelabuhan Ketapang. Harapan kami semoga tidak terjadi penumpukan penumpang hingga H+7 dan dapat terurai seperti saat ini meskipun padat tetap mengalir," ujarnya.

Fahmi memprediksi puncak arus balik di Pelabuhan Ketapang akan terjadi pada H+6 dan H+7 Lebaran, atau pada hari Rabu (12/6) dan Kamis (13/6).

Pantauan Antara, pada Ahad (9/6/19) malam arus balik di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi terlihat padat dan mengalir yang didominasi kendaraan roda dua.

Sebelumnya Kapolres Banyuwangi AKBP Taufiq Herdiansah Zeinardi mengatakan untuk mengurai penumpukan penumpang kapal feri, khususnya kendaraan roda dua, pada arus balik Lebaran 2019 (H+3) di Pelabuhan Ketapang, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang-Gilimanuk memfungsikan dua loket tiket masuk kendaraan roda empat menjadi loket kendaraan roda dua.

"Setelah kami berkoordinasi dengan pihak ASDP, akhirnya dua loket kendaraan roda empat dialihkan menjadi loket penumpang yang menggunakan roda dua," kata kepada wartawan di sela mengurai penumpukan penumpang kapal feri di loket tiket masuk Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Ahad sore.

Ia mengemukakan, setelah mengetahui adanya penumpukan penumpang kapal feri kendaraan roda dua di loket pelabuhan, bahkan antrean panjang ke jalan raya, pihaknya langsung berkoordinasi dan meminta PT ASDP Ketapang mengalihkan dua loket kendaraan roda empat untuk loket kendaraan roda dua agar antrean tidak terus terjadi.

Sesuai dengan prediksi, menurut ia, pada Ahad (9/6/19) merupakan puncak arus balik bagi pekerja kantoran yang mudik ke Pulau Jawa dari Pulau Bali.

"Memang prediksi kami puncak arus balik akan terjadi pada hari ini, karena Senin (10/6) PNS dan perusahaan sudah mulai masuk kerja," ucap mantan Kapolres Bondowoso itu.

Kapolres Banyuwangi menambahkan, memasuki arus balik Lebaran 2019, Satlantas Polres Banyuwangi juga telah melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan roda empat dari arah kota Banyuwangi ke arah Situbondo melewati jalan lingkar guna mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas di Pelabuhan Ketapang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA