Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

 

70.201 Kendaraan Arus Balik Keluar dari GT Banyumanik

Ahad 09 Jun 2019 13:45 WIB

Rep: S Bowo Pribadi/ Red: Ani Nursalikah

Kepadatan arus lalu lintas di jalur tol Semarang-Solo terpantau di segmen Semarang-Ungaran.

Kepadatan arus lalu lintas di jalur tol Semarang-Solo terpantau di segmen Semarang-Ungaran.

Foto: Republika/Bowo Pribadi
Kendaraan arus balik mudik di GT Banyumanik melonjak pada H+3 Lebaran.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Lonjakan volume kendaraan cukup signifikan berlangsung di ruas tol Trans Jawa segmen Semarang- Solo sepanjang H+3 Idul Fitri 1440 Hijriyah, Sabtu (8/6).

PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku pengelola ruas tol ini mencatat sedikitnya 97.327 kendaraan masuk dan meninggalkan gerbang tol (GT) Banyumanik menuju ruas tol Semarang dan arah GT Kalikangkung. Perinciannya, 27.126 kendaraan masuk ruas tol Semarang- Solo, melalui GT Banyumanik dan sebanyak 70.201 kendaraan terpantau keluar dari GT Banyumanik.

Dari jumlah ini, kendaraan arus balik yang akan menuju Jakarta dan daerah lain yang ada di Provinsi Jawa Barat sangat mendominasi. Selain itu, pergerakan arus lalu lintas wisata liburan Lebaran juga melonjak.

"Betul, kendaraan arus mudik melonjak pada H+3 Lebaran kemarin," ujar Manajer Operasional PT TMJ, Fauzi Abdurrahman, saat dikonfirmasi Republika.co.id, di Semarang, Ahad (9/6).

Akumulasi pergerakan kendaraan yang meninggalkan GT Banyumanik total mencapai 97.327 kendaraan. Jumlah tersebut bahkan melampaui jumlah kendaraan yang masuk ruas tol Semarang-Solo pada puncak arus mudik pada H-4 Lebaràn.

Pada saat puncak arus mudik di ruas tol Semarang-Solo, Sabtu (1/6) lalu, pergerakan arus lalu lintas yang masuk melalui GT Banyumanik hanya mencapai 59.893 kendaraan. Namun, pada H+3 Lebaran kemarin, jumlah pergerakan kendaraan yang terpantau keluar di GT Banyumanik akumulasinya mencapai 97.327 kendaraan.

Guna menganstisipasi penumpukan arus lalu lintas akibat lonjakan volume kendaraan di ruas tol Semarang-Solo, dilakukan rekayasa lalu lintas berupa pemberlakuan sistem one way (satu arah). Sistem rekayasa lalu lintas satu arah dilakukan mulai dari KM 442 wilayah Bawen, Kabupaten Semarang hingga KM 421(21 kilometer) atau GT Banyumanik, karena ekor kepadatan arus lalu lintas menuju GT Banyumanik telah mencapai perbatasan dengan Kabupaten Boyolali.

Sistem rekayasa lalu lintas satu arah ini, efektif diberlakukan oleh PT TMJ mulai Sabtu petang, pukul 18.29 WIB hingga Ahad pagi, pukul 07.00 WIB guna mengurai penumpukan arus lalu lintas di ruas tol Semarang-Solo. Fauzi menambahkan, sistem rekayasa satu arah masih akan diberlakukan dengan melihat kondisi volume kendaraan yang melintas di ruas tol Semarang-Solo pada H+4 hari ini.

"Potensi lonjakan volume kendaraan arus balik di ruas tol Semarang- Solo diperkirakan masih berpotensi terjadi pada Ahad atau H+4 hari ini," ujarnya.

Baca Juga

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA