Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

PPP Terbuka Jika Ada Anggota Baru Koalisi Jokowi-Maruf

Ahad 09 Jun 2019 09:00 WIB

Red: Ratna Puspita

Achmad Baidowi

Achmad Baidowi

Foto: istimewa/doc pribadi
PPP menilai sekarang ini bukan saat yang tepat untuk mengaitkan SBY dengan politik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Sekjen DPP PPP Achmad Baidowi mengatakan partainya terbuka apabila ada anggota baru yang bergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja yang mendukung pemerintahan Jokowi-Ma''ruf lima tahun ke depan. Namun, ia mengatakan, tetap butuh proses pembicaraan yang panjang apabila ada partai politik ingin bergabung dalam koalisi tersebut.

Baca Juga

"Koalisi untuk kemajuan bangsa bagus saja. Namun, proses dan pembicaraannya tidak instan sehingga butuh waktu," kata Baidowi atau Awiek di Jakarta, Sabtu (8/6).

Hal itu dikatakannya terkait langkah elite Partai Demokrat seperti Ketua Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) yang bersilaturahmi dengan Presiden Jokowi dan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri beberapa hari lalu.

Awiek mengatakan semua keputusan menerima atau tidak parpol untuk bergabung dalam koalisi, ada pada Jokowi sebagai Presiden terpilih. Dia menilai langkah kedua putra SBY itu sebagai bentuk penjajakan komunikasi awal yang ingin dibangun untuk ke depannya.

"Bisa saja itu sebagai bentuk penjajakan komunikasi yang perlu ditindaklanjuti dengan komunikasi intensif. Namun itu bukan ranah kami untuk memutuskan," ujarnya.

Namun, dia menilai apa yang dilakukan AHY dan Ibas merupakan tradisi yang baik, mengajarkan bahwa perbedaan politik tidak memutuskan silaturahim. Awiek menilai, publik tentu berspekulasi terhadap peristiwa tersebut, dan spekulasi merupakan hal biasa dalam politik Indonesia.

"Tentu saja kita menghormati Pak SBY dan keluarga besar Demokrat yang sedang berduka bahwa saat ini bukan waktu yang pas dikaitkan dengan politik. Selain itu, urusan kabinet merupakan sepenuhnya hak preogatif Jokowi sebagai presiden terpilih," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA