Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

H+3 Lebaran, MRT Jakarta Angkut 90 Ribu Penumpang

Ahad 09 Jun 2019 12:31 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Andi Nur Aminah

Sejumlah warga memadati Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta pada libur Hari Raya Idul Fitri 1440 H, Kamis (6/6).

Sejumlah warga memadati Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta pada libur Hari Raya Idul Fitri 1440 H, Kamis (6/6).

Foto: Republika/Prayogi
Selama penetapan tarif normal MRT, angka 90 ribu ke atas menjadi jumlah tertinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jumlah penumpang Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta meningkat pada libur lebaran ini. PT MRT Jakarta mencatat pada H+3 Lebaran, Sabtu (8/6), penumpang transportasi umum massal teranyar ini mencapai 90 ribu penumpang.

Baca Juga

"Info jumlah penumpang kemarin (8 Juni) 90 ribu dalam sehari," ujar Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin dalam pesan singkatnya, Ahad (9/6).

Ia mengatakan, sejak H+1 Lebaran Kamis (6/6) jumlah penumpang MRT tercatat 83 ribu orang. Kemudian H+2 Lebaran Jumat (7/6) ada 84 ribu penumpang MRT. Lalu meningkat lagi hingga mengangkut 90 ribu penumpang pada H+3 Lebaran Sabtu (8/6).

Jumlah tersebut di atas besaran target yang ditetapkan yakni 65 ribu penumpang. Kamal menuturkan, selama penetapan tarif normal MRT, angka 90 ribu ke atas menjadi jumlah tertinggi, yang hanya terjadi pada tiga hari yaitu 3 Mei, 10 Mei, dan 8 Juni. "Pernah lebih tinggi 116 ribu penumpang di 3 April tapi saat itu masih diskon 50 persen tarif," kata Kamal.

Ia melanjutkan, PT MRT masih mengantisipasi penumpang pada Ahad ini yang juga ditenggarai sebagai puncak libur Lebaran. Pengamanan di dalam stasiun tetap diterapkan sesuai standar operasional.

Sementara, Kamal mengatakan, jumlah penumpang meningkat signifikan dari tiga hari sebelum Lebaran. Ia merinci, penumpang MRT pada Senin (3/6) tercatat ada 62 ribu orang. Kemudian menurun pada Selasa (4/6) menjadi 58 ribu penumpang.

Termasuk pada hari H Lebaran Rabu (5/6) penumpang MRT hanya ada 48 ribu orang. Menurut Kamal, hal itu karena pada pagi hari Lebaran penumpang masih sepi, mulai ramai pada siang dan sore usai shalat Idul Fitri dan silaturahmi.

PT MRT Jakarta hanya mengoperasikan tujuh rangkaian kereta selama libur Lebaran 2019 pada 1 sampai 9 Juni. Jumlah tersebut hanya setengah dari hari biasanya sebanyak 14 rangkaian.

Sehingga, pegurangan rangkaian kereta berdampak pada jarak kedatangan Ratangga atau headway. Pada libur Lebaran, headway Ratangga menjadi setiap 10 menit dari yang biasanya lima menit sekali.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA