Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

 

Pagi Ini Jalur Gentong Masih Terpantau Padat

Ahad 09 Jun 2019 08:10 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Nidia Zuraya

Antrian kendaraan terjadi di Jalur Gentong, Kecamatan Kadipaten,  Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. ilustrasi

Antrian kendaraan terjadi di Jalur Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. ilustrasi

Foto: republika/eric
Kendaraan roda empat dan bus berhenti menunggu giliran untuk melintas Jalur Gentong.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Memasuki H+4 Lebaran 1440 H, arus lalu lintas di Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya masih terlantau padat. Berdasarkan pantauan Republika, arus lalu lintas dari arah Tasikmalaya menuju Garut tersendat di Lingkar Gentong.

Baca Juga

Kendaraan roda empat dan bus berhenti menunggu giliran untuk melintas Jalur Gentong. Pasalnya, dua lajur yang ada di Lingkar Gentong menyempit menjadi satu ketika menanjak. Karena itu, petugas kepolisian menahan sementara kendaraan, khususnya roda empat, untuk memasuki tanjakan Leter U Gentong.

Petugas yang bertugas di Lingkar Gentong H Adang mengatakan, penahanan sementara dilakukan untuk merapihkan kendaraan yang menanjak menuju Leter U Gentong. Pasalnya, jika arus kendaraan dibuka akan terjadi kesemrawutan di Leter U Gentong.

"Tuh lihat saja, belum di sana yang arah timur juga ikut tersendat. Kadang yang arah barat di tanjakan badel, ambil kanan mau nyalip di tanjakan, jadinya tersendat," kata dia di Lingkar Gentong, Ahad (9/6) pagi.

Menurut dia, penahan sementara itu akan dibuka jika kendaraan dari arah barat sudah bisa melintas menuju Lingkar Gentong. Jika kendaraan dari atas masih tertahan, kendaraan yang ingin naik ke Leter U tetap belum dibiarkan melintas.

Ia mengatakan, arus balik hingga Ahad pagi masih terpantau ramai, tapi relatif kondusif. Berdasarkan pantauan Republika, sejak Ahad pukul 00.00 WIB juga sudah dilakukan tiga kali rekayasa satu arah (one way) dari Lingkar Gentong menuju Malangbong, di antaranya pukul 00.00 WIB, 04.00 WIB, dan 05.30 WIB.

One way memang tak dilakukan permanen, melainkan hanya sementara untuk mengurai kepadatan kendaraan yang mengantre untuk melintas tanjakan Gentong.

Salah satu pemudik yang melakukan arus balik, Ardi herdiansyah (25 tahun) mengatakan, arus lalu lintas dari arah timur ke barat di jalur selatan Jawa baru mengalami kemacetan di wilayah Ciawi, Tasikmalaya. Kendaraannya sendiri tersendat di wilayah Ciawi, sebelum memasuki Jalur Gentong, sekitar 45 menit.

"Saya dari Banjarnegara jam 6, sampai barusan (pukul 07.00 WIB). Sampai sini tertahan lagi," kata lelaki yang ingin pulang ke Banjarsari, Bandung, itu.

Meski begitu, menurut dia, arus balik kali ini lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya. Apalagi saat arus mudik, hampir tak terjadi kemacetan panjang selama melintas di jalur selatan Jawa.

Salah satu pengendara lainnya, Ali (19) mengaku sudah dari pukul 04.00 WIB berangkat dari Kota Banjar. Namun, baru pada pukul 07.00 WIB ia sampai di Lingkar Gentong.

"Tahun kemarin mah pulang agak lama jadi gak kena macet. Sekarang mau gak mau pulang cepet karena Senin sudah masuk kuliah juga," kata lelaki yang berkendara bersama keluarganya dan menuju Kota Bandung itu.

Sebelumnya, Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Pol Refdi Andri mengatakan, puncak arus balik kendaraan mudik memang diprediksi mulai terjadi pada H+3 Lebaran atau Sabtu (8/6). Puncak kendaraan itu diperkirakan akan terjadi hingga Senin (10/6).

Ia menambahkan, pihaknya bukan hanya mengatisipasi kepadatan kendaraan yang melintas ke arah barat, melainkan juga ke arah timur. Pasalnya, ada banyak aktivitas kendaraan dalam musim arus balik, seperti masyarakat yang ingin silaturahim, ziarah, hingga melakukan perjalanan wisata.

"Kita targetkan sampai tanggal 10 akan berjalan lancar," kata dia di Lingkar Gentong, kemarin.

Ia mengatakan, potensi antrean kendaraan akan terjadi di sejumlah titik jalur selatan Jawa, di antaranya wilayah Nagreg, Limbangan, Lewo, Malangbong, hingga Gentong. Pasalnya, di jalur itu akan ada pegerakan berbagai kendaraan dalam ruas jalan yang agak sempit.

"Pos yang ada menjadi penentu langkah pencarian kepadatan kendaraan itu," kata dia.

Menurut dia, ada dua pola yang akan dilakukan kepolisian untuk mengurai kemacetan. Pertana, petugas di lapangan akan melakukan pengalihan arus.

Selain itu, petugas juga akan memberlakukan sistem satu arah (one way). Namun, ia mengatakan penerapan sistem one way akan menjadi pilihan terakhir jika kemacetan tak bisa dengan cepat terurai.

Ia berharap, pengguna jalan bisa mengerti jika petugas di lapangan melakukan rekayasa arus lalu lintas. Hal itu dilakukan agar lalu lintas lancar.

"Kita punya waktu cadangan. Sampai tanggal 10 (Juni) masih melakukan operasi," kata dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA