H+2, ASDP: 196.913 Pemudik Tinggalkan Sumatra

Red: Teguh Firmansyah

 Sabtu 08 Jun 2019 20:00 WIB

Pengendara mobil antre saat akan memasuki Tol Gate Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Lampung, Jumat (7/6/2019). Foto: Antara/Ardiansyah Pengendara mobil antre saat akan memasuki Tol Gate Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Lampung, Jumat (7/6/2019).

Arus penumpang pejalan kaki maupun kendaraan cukup padat sejak Sabtu pagi.

REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA.CO.ID, BAKAUHENI -- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyebut H+2 Lebaran, trafik penumpang dan kendaraan yang menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung menuju Merak, Banten terus mengalami peningkatan.

Hal ini sesuai prediksi bahwa pada Sabtu (8/6) hingga Ahad (9/6) merupakan puncak arus balik penyeberangan dari Bakauheni menuju Merak.

Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi mengatakan, arus penumpang pejalan kaki maupun kendaraan terlihat cukup padat sejak Sabtu (8/6) pagi hingga sore hari.  Hingga Sabtu pukul 15.30 WIB, tercatat jumlah penumpang pejalan kaki sebanyak 8.642 orang dan di dalam kendaraan sebanyak 34.454 orang.

"Total penumpang sebanyak 196.913 orang atau baru 22 persen yang kembali ke Jawa dari total 902.678 orang yang menyeberang ke Bakauheni saat arus mudik kemarin. Jadi, diperkirakan masih 705.765 orang pemudik atau 78 persen lagi yang belum kembali dari Sumatra ke Jawa," ujarnya dalam keterangan tulis yang diterima Republika.co.id, Sabtu (8/6).

Menurutnya kendaraan roda dua baru mencapai 20 persen atau sebanyak 16.506 unit. Sementara mobil roda empat atau lebih baru kembali 22 persen, sebanyak 24.661 unit.

"Untuk sepeda motor masih 66.779 unit atau masih 80 persen lagi yang belum kembali ke Jawa. Sedangkan untuk total roda empat ke atas/lebih masih 78 persen atau sebanyak 85.755 unit lagi yang belum kembali ke Jawa," ucapnya.

Kendati trafik penumpang dan kendaraan mengalami kenaikan, ASDP memastikan kapasitas muatan kapal yang terpasang memadai.  Prediksi beban puncak dari Bakauheni terjadi pada H+2 dan H+3.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X