Puncak Arus Balik Mulai Terjadi di Jalur Selatan

Rep: Bayu Adji P/ Red: Muhammad Subarkah

 Sabtu 08 Jun 2019 22:07 WIB

Pemudik lokal bersama keluarganya menyantap hidangan di bahu jalan di jalur mudik selatan, Rabu (5/6) sore. Foto: Umar Mukhtar Pemudik lokal bersama keluarganya menyantap hidangan di bahu jalan di jalur mudik selatan, Rabu (5/6) sore.

Jalur selatan akan dipadati arus balik hingga malam Senin.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Memasuki hari ketiga setelah Lebaran, jumlah kendaraan yang melintasi selatan Jawa melalui jalur Gentong mulai mengalami peningkatan. Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya, hingga Sabtu pukul 14.00 WIB setidaknya ada 42.145 kendaraan dari arah timur menuju barat (Bandung-Jakarta). Padahal, pada Jumat (7/6), total kendaraan melintas ke barat hanya 58.324 unit selama 24 jam.

Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Pol Refdi Andri mengatakan, puncak arus balik kendaraan mudik memang diprediksi mulai terjadi pada H+3 Lebaran atau Sabtu (8/6). Puncak kendaraan itu diperkirakan akan terjadi hingga Senin (10/6).

Menurut dia, hingga saat ini jumlah kendaraan yang kembali ke Jakarta belum mencapai 50 persen dibandingkan yang keluar pada arus mudik. "Sisanya akan mulai bergerak pada hari ini besok, dan lusa, melalui ada empat ruas, yaitu Merak, Jagorawi, Cipularang, dan Cipali," kata dia di Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (8/6).

Ia menambahkan, pihaknya bukan hanya mengantisipasi kepadatan kendaraan yang melintas ke arah barat, melainkan juga ke arah timur. Pasalnya, ada banyak aktivitas kendaraan dalam musim arus balik, seperti masyarakat yang ingin silaturahim, ziarah, hingga melakukan perjalanan wisata.

"Kita targetkan sampai tanggal 10 akan berjalan lancar," kata dia.

Ia mengatakan, potensi antrean kendaraan jalur selatan Jawa akan terjadi di sejumlah titik jalur selatan Jawa, di antaranya wilayah Nagreg, Limbangan, Lewo, Malangbong, hingga Gentong. Pasalnya, di jalur itu akan ada pegerakan berbagai kendaraan dalam ruas jalan yang agak sempit."Pos yang ada menjadi penentu langkah pencarian kepadatan kendaraan itu," kata dia.

Menurut dia, ada dua pola yang akan dilakukan kepolisian untuk mengurai kemacetan. Pertama, petugas di lapangan akan melakukan pengalihan arus. Selain itu, petugas juga akan memberlakukan sistem satu arah (one way). Namun, ia mengatakan penerapan sistem one way akan menjadi pilihan terakhir jika kemacetan tak bisa dengan cepat terurai.

Ia berharap, pengguna jalan bisa mengerti jika petugas di lapangan melakukan rekayasa arus lalu lintas. Pasalnya, itu dilakukan agar lalu lintas lancar. "Kita punya waktu cadangan. Sampai tanggal 10 (Juni) masih melakukan operasi," kata dia.

Selain 58.324 unit kendaraan mengarah ke barat yang melintasi Jalur Gentong ke arah barat, Dishub Kabupaten Tasikmalaya juga mencatat kendaraan yang mengarah ke timur sejumlah 24.433 unit. Sementara pada Jumat (7/6), tercatat ada 58.324 unit kendaraan melintas ke arah barat dan 30.477 unit kendaraan mengarah ke timur. Sedangkan pada Kamis (6/6), ada 72.210 unit kendaraan melintas ke arah barat dan 42.957 unit kendaraan melintas ke timur.

Petugas pencatat kendaraan, Dishub Kabupaten Tasikmalaya, Agus Permadi mengatakan, arus balik kendaraan memang terlihat menurun pada H+2 Lebaran. Namun, saat ini terjadi peningkatan. Menurut dia, sesuai prediksi puncak arus balik kendaraan akan terjadi pada Sabtu malam.

"Tinggi biasanya jam 7-8 malam. Mayoritas yang lewat sini kendaraan mobil kecil dan roda dua," kata dia.

Selain kendaraan menuju arah barat, ia mengatakan jumlah kendaraan menuju arah timur juga cenderung meningkat pada akhir pekan. Pasalnya, sebagian warga juga melakukan perjalanan wisata.

"Antara malam ini dan malam Senin akan padat. Kita perkirakan bisa mencapai 80 ribuan sehari, baik ke arah barat atau timur," kata dia.





BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X