Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

 

Korban Meninggal Laka Lantas Selama Lebaran Turun 59 Persen

Sabtu 08 Jun 2019 06:32 WIB

Red: Endro Yuwanto

Kecelakaan lalulintas (ilustrasi)

Kecelakaan lalulintas (ilustrasi)

Foto: Antara
Penurunan angka kecelakaan itu salah satunya karena infrastruktur yang lebih baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Polisi Refdi Andri menyatakan, jumlah korban meninggal dalam berbagai kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang terjadi di seluruh Indonesia sejak berlangsungnya Operasi Ketupat 2019 hingga Kamis (6/6) mencapai 109 orang. Angka ini turun 59 persen dibandingkan jumlah korban meninggal dunia pada periode yang sama tahun lalu.

"Kami mencatat sejak diselenggarakannya Operasi Ketupat 2019 pada hari Rabu (29/5) atau H-7 hingga hari kedua Lebaran (H 2) telah terjadi sebanyak 446 kasus kecelakaan yang mengakibatkan 109 korban meninggal dunia, 76 orang luka berat, dan 515 orang mengalami luka ringan," kata Irjen Pol Refdi Andri melalui siaran pers, Jumat (7/6) malam.

Refdi menyebut jumlah kecelakaan dan korban tewas serta korban luka selama Ops Ketupat 2019 hingga H 2 tersebut turun dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018. Jumlah kecelakaan dalam Operasi Ketupat tahun ini turun 62 persen, jumlah korban tewas turun 59 persen, jumlah korban luka berat turun 72 persen, dan jumlah korban luka ringan turun 66 persen dibandingkan data tahun lalu.

Menurut Refdi, penurunan angka kecelakaan lalu lintas itu salah satunya karena infrastruktur yang lebih baik saat ini. Faktor yang mempengaruhi turunnya angka laka lantas adalah infrastruktur yang lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. "Termasuk dengan sarana dan prasarana, kemudian kinerja kami lebih optimal dengan semua mitra terkait. Saya merasakan dengan perencanaan yang matang menjadi hasil yang baik," katanya.

Selain itu, lanjut Refdi, masyarakat juga dinilainya lebih baik dalam mempersiapkan diri dan kendaraannya sebelum mudik sehingga memperkecil peluang terjadinya kecelakaan. "Masyarakat yang melakukan pergerakan menyiapkan kendaraan yang lebih baik lagi dan yang terakhir, pengemudi lebih paham arti dari keselamatan," kata Kakorlantas.

Refdi pun berpesan agar masyarakat menjaga keselamatan diri saat menjalani arus balik menuju Jakarta. Ia juga berharap arus balik bisa berjalan aman, nyaman, tertib, dan lancar.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA