Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

 

Pertamina Pastikan Pasokan BBM untuk DKI dan Sekitarnya Aman

Jumat 07 Jun 2019 21:39 WIB

Rep: Agus Yulianto/ Red: Muhammad Hafil

Kilang minyak Balongan

Kilang minyak Balongan

Pertamina selalu memonitor kondisi di lapangan.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) selama arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1440 H, dalam kondisi aman. Kilang Pertamina RU VI Balongan, Kabupaten Indramayu memasitkan bahwa pasokan kebutuhan BBM itu selalu dimonitor setiap saat.

"Insya Allah, aman. Dan kami selalu berkoordinasi untuk memonitor kondisi di lapangan," kata Unit Manager Communication, Relation and CSR Pertamina RU VI Balongan Eko Kristiawan saat dikonformasi Republika.co.id, Jumat (7/6).

Bahkan, kata Eko, operasional kilang tidak berhenti selama liburan. Setelah melaksanakan shalat Idul Fitri dan bersilaturahim dengan bupati dan Forkompimda Indramayu pada Rabu 5 Juni atau 1 Syawal yang lalu, General Manager dan seluruh tim manajemen juga menyambangi pekerja dalam kilang sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen dan tanggung jawab mereka dalam menjalankan tugas

"Terkait operasional kilang RU VI selama arus mudik yang lalu dan sekarang di arus balik, tetap berjalan dengan normal," ujarnya.

General Manager Pertamina RU VI sesuai arahan dari Direksi juga memberlakukan standby dan on duty kepada tim manajemen dan pekerja secara bergiliran untuk mendukung satgas RAFI (Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri). "Jadi kalau di kilang, produksi berlangsung normal dan tentu saja ada perhatian lebih dalam masa satgas tersebut dalam mendukung rekan-rekan kami di Pemasaran mendistribusikan BBM," ujar Eko.

Seperti diketahui, sekitar 62 persen hasil produksi BBM Kilang Balongan didistribusikan ke daerah Jakarta dan sekitarnya termasuk Banten. Sementara sisanya atau sekitar 25 persen didistribusikan ke wilayah Jawa Barar dan 13 persen daerah lain. 

Untuk rincian produksi Kilang Balongan adalah BBM dan BBK sebesar 69 persen, non BBM (LPG dan propylen) 11 persen, dan 20 persen produk lainnya (decant dan HOMC). 

Baca Juga

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES