H-1, Terjadi Empat Kecelakaan di Tol Jakarta-Cikampek

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

 Selasa 04 Jun 2019 23:30 WIB

Sejumlah kendaraan dari arah Jakarta antre memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama, Cikampek, Jawa Barat, Selasa (4/6/2019) Foto: Antara/Sigid Kurniawan Sejumlah kendaraan dari arah Jakarta antre memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama, Cikampek, Jawa Barat, Selasa (4/6/2019)

Jasa Marga menyatakan terjadi empat kecelakaan di Tol Jakarta-Cikampek di H-1 Lebaran

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Petugas Senkom PT Jasa Marga mencatat terjadi empat peristiwa kecelakaan di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) pada H-1 Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriyah. Empat kejadian tersebut terjadi pada rentang waktu pukul 06.00 sampai 19.52 WIB.

"Dari empat kecelakaan itu, tiga menyebabkan kerugian materil dan satu korban jiwa yakni luka ringan," kata Joko Setia Pramono, petugas Informasi dan Komunikasi, Ruas Tol Jakarta Cikampek, saat ditemui di Senkom Jalan Tol Jakarta Cikampek, Selasa (4/6) malam.

Ia menjelaskan, kecelakaan pertama terjadi di ruas Jakpek pada pukul 07.30 WIB berlokasi di KM 9.800, merupakan kecelakaan tunggal melibatkan sebuah minibus jenisKalia dengan plat motor kendaraan R.

Baca Juga

"Kerugian berupa materi, pengendara diduga mengantuk," kata Joko.

Kecelakaan kedua terjadi pada pukul 08.00 WIB bertempat di KM 04.600 tepatnya di wilayah Jatiwaringin, Bekasi, Jawa Barat, melibatkan tiga unit kendaraan antara truk Hino, Toyota Innova dengan sedan Toyota Limo.

Penyebab kecelakaan karena truk Hino mengalami oleng dan menabrak pengendara lainnya hingga terjadi kecelakaan beruntun.

"Ada korban jiwa enam orang luka ringan, semua sudah dievakuasi ke RS Siloam, Bekasi Timur," katanya.

Kejadian kecelakaan berikutnya terjadi pada pukul 09.00 WIB tepatnya di KM 37,400, Cikarang Timur, Bekasi. Kecelakaan ini melibat dua unit kendaraan antara Datsun dan minibus. "Penyebabnya supir kurang antisipasi, minibus nabrak Datsun," kata Joko.

Kecelakaan keempat terjadi di KM 38 pada pukul 15.00 WIB melibatkan lima unit kendaraan dengan kerugian yang dialami berupa kerugian materi. Menurut Joko, rata-rata kecelakaan terjadi karena kelalaian pengendara yang kurang mengantisipasi laju kendaraannya yang disebabkan oleh kelelahan.

Ia mengatakan seluruh kejadian kecelakaan dapat ditangani dengan cepat sehingga tidak menghambat arus lalu lintas mudik lebaran di ruas Tol Japek. Dalam penanganan kecelakaan petugas memiliki standar operasi (SOP) yakni selama 30 menit harus tuntas.

"Kebetulan juga situasi arus lalu lintas di ruas jalan Tol Japek tidak mengalami kepadatan jadi tidak ada imbas kemacetan," kata Joko.

Untuk mengantisipasi terjadi kecelakaan, petugas Jasa Marga terus menginformasikan kepada pengendara untuk mengatur laju kecepatan kendaraan dan beristirahat bila lelah berkendaraan.

Sepanjang jalan Tol Japek terdapat sembilan titik rest area, tempat istirahat dan shalat hingga parking bay atau tempat perhentian sementara yang hanya dibuka saat hari-hari besar atau libur nasional.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X