Rabu, 2 Rajab 1441 / 26 Februari 2020

Rabu, 2 Rajab 1441 / 26 Februari 2020

MUI: Idul Fitri Saatnya Jalin Silaturahim

Selasa 04 Jun 2019 11:06 WIB

Red: Ratna Puspita

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh

Foto: ROL/Fakhtar K Lubis
Hakikat Idulfitri adalah kesediaan berbagi, termasuk maaf.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam Sholeh mengatakan, Idulfitri merupakan momentum untuk kembali menjalin silaturahmi yang pernah terputus baik karena jarak, kesalahpahaman, pemilu dan sebab apapun. Sebab, hakikat Idulfitri adalah kesediaan berbagi, termasuk maaf.

Baca Juga

"Hakikat Idulfitri adalah kesediaan kita untuk berbagi, berbagi permaafan sebelum orang memintanya. Saling memaafkan adalah kunci untuk merajut tali silaturahmi," katanya melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Selasa (4/6).

Dia mengatakan, hakekat silaturahmi adalah menyambungkan tali persaudaraan yang pernah terputus karena sebab apapun. "Kita wajib menyambung kembali untuk mewujudkan persaudaraan sejati, tanpa iri dan caci maki," tambah Asrorun.

Ia mengajak umat Islam memperkokoh persaudaraan, baik persaudaraan sesama umat (ukhuwwah Islamiyah), persaudaraan sebangsa (ukhuwwuh wathaniyyah) maupun persaudaraan sesama manusia (ukhuwwah Insaniyah). "Tidak ada lagi sekat yang memisahkan, terutama faktor psikologis akibat sisa-sisa pemilu. Saatnya merajut kebersamaan untuk kemaslahatan bersama. Kerugian bangsa lain yang pecah akibat konflik harus dijadikan pelajaran berharga agar kita tidak jatuh pada kondisi yang sama," tambahnya.

Selain itu, ia mengimbau agar khatib Idul Fitri dalam khutbahnya untuk mendoakan kedamaian dan kemaslahatan bangsa serta tetap terpeliharanya keamanan, kenyamanan, dan jauh dari rasa permusuhan yang bisa mengoyak kebersamaan sebagai bangsa. "Kami harapkan para khatib menyelipkan doa dalam khutbahnya, untuk kedamaian dan kemaslahatan bangsa," kata Asrorun.

Selain itu, ia berharap juga agar mendoakan para pemimpin bangsa terus diberi kekuatan untuk membangun bangsa serta para elitenya diberi kekuatan untuk membangun kebersamaan dan menahan diri dari perpecahan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA