Sabtu, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 Februari 2020

Sabtu, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 Februari 2020

 

Panglima TNI: Mudik Lebaran Tradisi Unik

Jumat 07 Jun 2019 01:42 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Esthi Maharani

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (ketiga kiri) bersama Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian (kiri) disambut oleh Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Ganip Warsito (kanan) saat tiba di lokasi kunjungan kerja di Pos Terpadu Operasi Ketupat Lodaya, Cikopo, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (31/5/2019).

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (ketiga kiri) bersama Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian (kiri) disambut oleh Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Ganip Warsito (kanan) saat tiba di lokasi kunjungan kerja di Pos Terpadu Operasi Ketupat Lodaya, Cikopo, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (31/5/2019).

Foto: Antara/M Ibnu Chazar
Mudik menjadi modal penguatan dalam membangun ikatan kekeluargaan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, mengatakan, hari raya Idul Fitri tidak hanya berimplikasi pada kehidupan umat muslim semata. Hari raya pada bulan Ramadan itu juga berdampak positif pada seluruh umat agama di Indonesia.

"Hal ini akan menjadi modal penguatan dalam membangun ikatan kekeluargaan di seluruh elemen masyarakat, termasuk prajurit TNI dan PNS TNI, untuk memperkuat ketahanan sosial nasional yang sangat tangguh,” ujar Hadi dalam keterangan persnya belum lama ini.

Menurutnya, budaya mudik lebaran merupakan sebuah tradisi tahunan yang unik, khususnya menjelang hari raya Idul Fitri. Mudik telah menjadi salah satu ritual nasional bangsa Indonesia sejak dahulu hingga sekarang. Ritual nasional yang tidak hanya berdimensi spiritual, namun juga berdimensi sosial dan budaya, bahkan menjadi penggerak ekonomi nasional.

Ia juga mengatakan, perayaan Idul Fitri sejatinya bukan hanya hari perayaan agama semata, melainkan memiliki dimensi yang cukup luas dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Dengan begitu berarti, pada hari Kemenangan tersebut, masyarakat tidak hanya sekedar melaksanakan silahturahmi, tetapi juga melakukan berbagai kegiatan sosial lainnya yang dinamis.

“Ikatan kekeluargaan yang kokoh, persatuan dan kesatuan itulah yang harus terpelihara dan terwariskan dengan baik, pada setiap generasi prajurit  dan  PNS  TNI, sebagai bagian penting dalam memelihara kemanunggalan dengan rakyat, menjaga Kebhinekaan dan memperkokoh persatuan dan kesatuan Bangsa,” terang dia.

Di samping itu, Mabes TNI melakukan mudik bersama keluarga besar Mabes TNI. Pelaksanaan mudik bersama keluarga besar Mabes TNI dalam rangka hari raya Idul Fitri 1440 berjumlah 1.120 orang menggunakan 32 unit bus dengan tujuan Jakarta-Surabaya, Jakarta-Madiun, Jakarta-Solo, Jakarta-Yogyakarta, Jakarta-Semarang, Jakarta-Purwokerto dan Jakarta-Purworejo.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES