Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Komisi VIII DPR: Idul Fitri Momentum Jaga Ukhuwah Islamiyah

Senin 03 Jun 2019 22:10 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Endro Yuwanto

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (tengah) berjabat tangan dengan Ketua MUI Yusnar Yusuf (kanan) dan Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher (kiri) usai memberikan keterangan Sidang Isbat di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (3/6).

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (tengah) berjabat tangan dengan Ketua MUI Yusnar Yusuf (kanan) dan Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher (kiri) usai memberikan keterangan Sidang Isbat di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (3/6).

Foto: Republika/Prayogi
Tugas selanjutnya adalah membangun tauhid sosial untuk membangun kebersamaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi VIII DPR RI, Ali Taher, mengikuti rangkaian Sidang Isbat yang dilakukan Kementerian Agama (Kemenag) RI di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama, Senin (3/6) petang. Dalam sidang itu, Kemenag RI bersama instansi terkait menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah jatuh pada Rabu (5/6) lusa.

Ali Taher bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada pemerintah yang terus-menerus berikhtiar dengan baik untuk bisa menyamakan awal Ramadhan maupun awal Syawal.

"Ini adalah sebuah prestasi yang bagus, sangat baik, dan mudah-mudah bisa dilanjutkan di masa-masq yang akan datang," ujar Ali Taher saat konferensi pers usai Sidang Isbat berama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Senin (3/6) malam.

Ali Taher meminta kepada masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam untuk menjadikan momentum Idul Ftiri tersebut untuk menjaga ukhuwah islamiyah atau persaudaraan sesama umat Islam.

"Tentunya dengan adanya kebersamaan ini, maka kita menjadikan momentum kali ini untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan ukhuwah islamiyah dan juga menjaga kebersamaan kita antarumat manusia," ucap Ali Taher.

Ali menyadari bahwa bangsa Indonesia sangat luas sehingga pasti terdapat perbedaan-perbedaan dalam kehidupan sosial yang perlu dipersatukan kembali. Dan, Ramadhan ini menjadikan momentum mengembalikan nuansa spiritual manusia pada hakikat ketuhanan. "Karena itu, tugas kita selanjutnya membangun tauhid sosial untuk membangun kebersamaan kita di masa-masa mendatang," tegas dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA