Senin, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 Januari 2020

Senin, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 Januari 2020

OSO Yakin Ma'ruf Amin akan Jalankan Pemerintahan dengan Baik

Senin 03 Jun 2019 19:15 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Teguh Firmansyah

Ketua DPD Oesman Sapta Odang (kiri) berbincang dengan Calon Wakil Presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin (kanan) saat melakukan pertemuan di kediaman Oesman Sapta Odang, kawasan Kuningan, Jakarta, Senin (3/6/2019).

Ketua DPD Oesman Sapta Odang (kiri) berbincang dengan Calon Wakil Presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin (kanan) saat melakukan pertemuan di kediaman Oesman Sapta Odang, kawasan Kuningan, Jakarta, Senin (3/6/2019).

Foto: Antara/Galih Pradipta
OSO menilai Indonesia merupakan bangsa yang bermartabat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPD, Oesman Sapta Odang (OSO) yakin calon wakil presiden Ma'ruf Amin dapat menjalankan tugasnya dengan baik sebagai wakil presiden. Menurut dia, Indonesia merupakan bangsa yang bermartabat dan tidak akan berperilaku yang melanggar undang-undang.

"Pertama kita ucapkan selamat atas terpilihnya Pak Kiai sebagai wapres terpilih 2019-2024. Saya yakin ini akan berjalan dengan baik dan harus akan berjalan dengan," ujar OSO di kediamannya, Jakarta Selatan, Senin (3/6).

OSO mengatakan, Indonesia merupakan bangsa yang bermartabat. Dengan begitu, seluruh elemen masyarakat tidak mungkin berperilaku yang melanggar aturan dan undang-undang yang telah ditetapkan oleh negara.

"Tidak ada hal-hal yang harus dilakukan dan melanggar aturan dan undang-undang yang telah ditetapkan oleh negara ini. Kalau di luar undang-undang itu artinya makar," kata dia.

Seperti diketahui, hasil rekapitulasi KPU mendapati pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengantongi suara terbanyak dalam pemilu 2019. Paslon 01 unggul dengan perolehan 55,5 persen berbanding 45,5 persen suara bagi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Kubu 02 lantas menolak hasil tersebut dengan alasan Pemilu 2019 penuh dengan kecurangan sehingga memutuskan untuk membawa permasalahan itu ke MK. Berdasarkan berkas gugatan yang diajukan, BPN meminta MK mendiskualifikasi pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA