Minggu, 16 Muharram 1441 / 15 September 2019

Minggu, 16 Muharram 1441 / 15 September 2019

 

Kemenhub: 60 Persen Pemudik Sudah Tinggalkan Pelabuhan Merak

Senin 03 Jun 2019 15:49 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Friska Yolanda

Pemudik tujuan Sumatera menuggu kedatangan kapal di Dermaga Eksekutif Sosoro Pelabuhan Merak, Banten, Ahad (2/6).

Pemudik tujuan Sumatera menuggu kedatangan kapal di Dermaga Eksekutif Sosoro Pelabuhan Merak, Banten, Ahad (2/6).

Foto: Republika/Prayogi
Terjadi peningkatan arus penumpang di Pelabuhan merak namun tetap terkendali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan mencatat, sekitar 60 persen dari jumlah perkiraan pemudik sudah meninggalkan Pelabuhan Merak di Banten menuju Pelabuhan Bakauheni di Lampung. Berdasarkan data dari PT ASDP Indonesia Ferry terjadi peningkatan jumlah penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni. Tercatat 556.727 orang pemudik atau sudah 69,4 persen dari total 803 ribu orang pada periode mudik tahun lalu, yang telah menyeberang dari Jawa menuju Sumatra sejak H-7.

"Ya intinya ada peningkatan dan sudah sekitar 60 persen dari prediksi yang kita lakukan yang sudah menyeberang, tetapi masih ada saudara kita yang akan menyeberang sampai satu Syawal atau hari Rabu mendatang, jadi masih ada 40 persen yang harus kita fasilitasi," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono, dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet, Senin (3/6). 

Baca Juga

Djoko juga menyebutkan tidak ada kepadatan atau antrean ekstrem di Pelabuhan Merak hingga Senin (3/6) atau H-2 Lebaran 2019. Kondisi ini berbeda dengan yang terjadi pada musim mudik tahun-tahun sebelumnya. 

"Peningkatan memang terjadi dibanding hari-hari normal, tapi kita sangat mensyukuri hingga saat ini tidak ada puncak yang ekstrem yang pernah terjadi beberapa tahun yang lalu," ujar Djoko.

Djoko mengatakan sesuai prediksi, memang terjadi peningkatan arus penumpang maupun kendaraan di pelabuhan penyeberangan Merak namun kondisinya tetap terkendali. "Memang ada antrean. Namun hal tersebut tentu biasa karena ini adalah hari-hari di mana seluruh orang ingin segera pulang kampung untuk berlebaran dan liburan," katanya. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA