Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

 

Jalur Selatan Lancar, Pedagang Mengeluh Pendapatan Menurun

Sabtu 01 Jun 2019 02:18 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Christiyaningsih

Kondisi antrean kendaraan pemudik di jalur selatan, Jalan Limbangan, Kabupaten Garut, Jumat (31/5).

Kondisi antrean kendaraan pemudik di jalur selatan, Jalan Limbangan, Kabupaten Garut, Jumat (31/5).

Foto: Abdan Syakura
Kelancaran arus mudik jlaur selatan justru dikeluhkan para pedagang

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Jalur mudik selatan pada momen Lebaran tahun ini terbilang ramai lancar. Kondisi itu membuat para pedagang mengeluhkan pendapatannya yang menurun. Hal ini pula yang dialami oleh Syarif, pedagang bakso di daerah Kersamanah Garut.

Pada sore hari, Syarif biasa berdagang dengan gerobaknya di Masjid Baabussalam yang berada di jalur selatan. Lokasi jualannya berada di Kersamanah Garut atau beberapa kilometer setelah melewati Limbangan. Dia berjualan hingga malam hari, berharap pemudik yang singgah di masjid tersebut membeli dagangannya.

Syarif mengatakan penjualan bakso gerobak beberapa hari jelang Lebaran tahun ini jauh menurun jika dibandingkan tahun lalu. Dengan menjual bakso Rp 10 ribu per porsi, dia hanya bisa mendapat omzet sekitar Rp 400 hingga Rp 500 ribu.

Lain halnya dengan tahun lalu, omzet penjualan bakso Syarif bisa mencapai lebih dari Rp 600 ribu. "Sekarang orang yang datang ke masjid (Baabussalam) sedikit. Padahal sudah tinggal lima hari lagi Lebaran," kata dia kepada Republika, Jumat (31/5).

Syarif menambahkan pendapatannya yang sekarang pun sebetulnya hanya cukup untuk balik modal. Jika ada untung, ia menyisihkannya untuk memasukkan dua anaknya ke sekolah. Masing-masing akan mengenyam pendidikan SD dan SMA.

"Kan ada biaya-biaya beli seragam, belum lagi kalau sekolah minta untuk kegiatan ini itu," ucap ayah empat anak ini.

Keluhan soal turunnya pendapatan ekonomi di sepanjang jalur selatan juga dirasakan tempat wisata. Di antaranya adalah tempat pemandian air panas di SPBU Hasanurrohmah, Ciawi, Tasikmalaya yang letaknya tak jauh setelah melewati turunan Gentong dari arah Bandung.

Penjaga pemandian Aep Saepudin menuturkan pengunjung pada momen mudik kali ini menurun signifikan. Di tahun lalu dia mengatakan bisa mendapatkan Rp 1 juta dengan ratusan pengunjung dalam sehari.

Pengunjung yang notabene merupakan pemudik itu terus berdatangan dari pagi sampai malam. Bahkan dua pekan sebelum Lebaran, pemandian tersebut sudah ramai. "Bahkan kalau pagi atau siang ada aja yang datang mandi air panas," kata dia.

Sementara pada Jumat (31/5) atau H-5 Lebaran petang Aep baru mendapat Rp 100 ribu. Sekali masuk pemandian air panas yang sudah berdiri sejak 10 tahun lalu itu pengunjung hanya perlu membayar Rp 5 ribu.

Di kolam tersebut pengunjung boleh mandi di dalam kamar maupun di kolam yang besar. "Sekarang pas sudah ada Tol Cipali jadi menurun banget. Beda banget saat sebelum ada Cipali, berpengaruh," katanya.

Baca Juga

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES