Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

 

Menhub Sebut Mudik Via Laut Meningkat, Mudik Udara Menurun

Jumat 31 May 2019 16:03 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Andi Nur Aminah

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Mudik via laut ada peningkatan kurang lebih 9 persen pada masing-masing kota.

REPUBLIKA.CO.ID, BREBES -- Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi memberikan gambaran umum mengenai trend mudik pada 2019 ini. Menurutnya, mudik pada sektor laut meningkat, namun pada sektor udara menurun.

Baca Juga

"Di sektor laut, memang ada suatu lonjakan yang baik. Banyak. Tercatat di beberapa kota seperti Makassar, Pangkalan Bun, Samarinda, Sampit, dan lain sebagainya, yang pulang ke Jawa itu meningkat," ungkap Budi pada konferensi pers di pos pantau pintu tol Brebes Barat, Jumat (31/5).

Dia mencatat, ada peningkatan sebanyak kurang lebih sembilan persen pada masing-masing kota.  Bahkan ada juga kota yang mengalami peningkatan sampai 30 persen.

Antisipasi lonjakan itu, kata dia, dengan melakukan penggeseran beberapa kapal yang ada di Indonesia bagian timur. Akan tetapi, pada kota-kota di Indonesia bagian timur pun ada satu lonjakan yang banyak, yaitu dari Papua ke Maluku, sampai ke Makassar.

"Dan itu sudah kita atasi. Kemarin sempat ada masalah setelah kita lakukan pendisiplinan bahwa orang harus pakai tiket, itu menjadi baik," ungkap dia.

Salah satu daerah yang menjadi perhatian dia adalah wilayah Madura dan Batam. Menurutnya tujuan Kalianget Madura menuju ke Pulau Kangean sangat meningkat. Oleh sebab itu, pihaknya menambahkan jumlah kapal lebih banyak. "Kurang lebih lima kapal kita tambahkan. Kita pantau detil, karena memang sampai tahun kemarin masih ada masalah okupansi," tutur dia.

Budi mengatakan dia selalu berkoordinasi baik dengan seluruh instansi, termasuk mempopulerkan sektor laut. Hal itu termasuk mengadakan mudik gratis dari Jakarta menuju Semarang. Tiket berjumlah sebanyak 12 ribu orang, pada akhirnya habis.

Sementara, pada sektor udara, dia mengakui terdapat penurunan jumlah penumpang. Akan tetapi, dia tak menjelaskan berapa angka penurunan itu.

"Tentang udara, beberapa terminal itu mengalami penurunan. Tetapi tujuan tertentu seperti Bali, Jogja itu tetap di atas tahun lalu," ungkap dia.

Dia mengklaim, secara umum, mudik sektor udara berjalan dengan baik. Dia tetap melanjutkan imbauan kepada maskapai memberikan suatu tarif yang lebih kompetitif.

Okupansi pesawat terbang sampai saat ini memang didominasi dari satu arah, yaitu Jakarta ke beberapa jurusan yang jumlahnya relatif 100 persen. Sedangkan arah sebaliknya, dari kota di daerah ke Jakarta, hanya di bawah 50 persen.

"Kami memberikan imbauan agar mereka memberikan suatu diskon, bagi mereka yang ingin ke Jakarta. Dan itu diikuti oleh Garuda. Semoga ini bisa memberikan suatu tambahan muatan, sehingga bisa menjadi suatu tambahan income bagi maskapai," tutur dia.

Sementara pada sektor kereta api, dia juga mengklaim mengalami kelancaran. Hanya saja, ada satu stagnasi pertumbuhan karena ada anjlokan di daerah Garut dan sekitarnya. "Sudah dilakukan perbaikan, insya Allah hari ini sudah recover," ungkap Budi.

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA