Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Laporan Penyelenggaraan Asian Games 2018 Dinilai Positif

Jumat 31 May 2019 10:34 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Ketua Inasgoc, Erick Thohir bersiap membawa obor Asian Games2018  dalam acara Torch Relay Asian Games 2018 di  Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (17/8).

Ketua Inasgoc, Erick Thohir bersiap membawa obor Asian Games2018 dalam acara Torch Relay Asian Games 2018 di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (17/8).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
BPKP, TP4, dan BPK menilai kinerja Inasgoc sangat baik dalam penyerapan anggaran.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA - Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) Erick Thohir mengapresiasi keberadaan para personel Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan (TP4) yang aktif melaksanakan pendampingan di kepanitiaan Asian Games XVIII. Dia juga memberikan apresiasi yang sama untuk Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang telah melakukan pemeriksaan dalam menjalankan pengadaan barang dan jasa terkait pelaksanaan pesta olahraga bangsa Asia yang berlangsung, 18 Agustus-2 September tahun lalu.

 

Apresiasi Erick itu didasari atas penilaian dari BPK sendiri terhadap standar akuntansi pengelolaan keuangan di Inasgoc. BPK menilai laporan yang disampaikan Inasgoc sangat positif.

 

Padahal, penggunaan anggaran Inasgoc yang sangat besar harus dilakukan dalam waktu yang relatif sangat singkat melalui sejumlah peraturan yang sangat ketat. Seandainya pun ada sejumlah temuan, itu tidak signifikan dan dengan cepat bisa diselesaikan oleh Inasgoc melalui Tim Lukuidasi yang seluruh pimpinan dan anggotanya juga merupakan personel Inasgoc. 

 

Erick melanjutkan, bahkan dengan kedudukan Inasgoc sebagai Satuan Kerja (Satker) Kementerian Pemuda dan Olahraga, ternyata laporan keuangan Inasgoc lebih baik dibandingkan satker-satker lain yang ada di kementerian tersebut. Menurut Erick, tingkat penyerapan anggaran pun sangat baik. Itu karena meskipun anggarannya paling besar, tapi tingkat penyerapan Inasgoc paling cepat dan tinggi dengan akurasi yang kredibel sesuai peraturan. Ini menurut dia merupakan salah satu kelebihan Inasgoc. 

 

“Sejak jauh hari, kami memang meminta pendampingan dan perhatian khusus dari lembaga-lembaga keuangan negara, baik itu BPK, BPKP dan TP4P, agar pengelolaan lebih baik dan sukses administrasi tercapai. Hal itu terbukti, berkat peran para pihak yang terkait. Ada kesalahan, tetapi sangat minor dan tidak signifikan,” ujar Erick kepada media di Jakarta, Kamis (30/5) malam. 

 

Anggota BPK RI, Achsanul Qosasih pernah menyampaikan, keterlibatan lembaga negara tersebut memang ditujukan agar memeriksa uang negara yang digunakan untuk menggelar Asian Games 2018.  Bahkan, ia pernah memberikan penilaian bahwa pengelolaan keuangan Inasgoc tergolong baik.

 

Hal senada juga dinyatakan Sekretaris Menpora, Gatot Dewa Broto yang menilai sistem pengelolaan keuangan Asian Games 2018 lalu tergolong positif.  “Untuk penyelenggaraan Asian Games yang berada di bawah Inasgoc, sejauh ini memang ada catatan, tapi sangat sedikit dan tidak signifikan serta masih bisa dipenuhi. Saya apresiasi Inasgoc,“ ucap Gatot.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA