Jelang Lebaran, Harga Daging Sapi dan Ayam di Sukabumi Naik

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Gita Amanda

 Jumat 31 May 2019 00:40 WIB

Seorang pedagang melayani pembeli daging sapi di pasar tradisional. (Ilustrasi) Foto: Antara/Rudi Mulya Seorang pedagang melayani pembeli daging sapi di pasar tradisional. (Ilustrasi)

Petugas di lapangan masih memantau ketersediaan stok dan pergerakan harga daging

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Harga komoditas daging sapi dan ayam di pasar tradisional Kabupaten Sukabumi mengalami kenaikan menjelang lebaran. Peningkatan harga ini didasarkan data dari Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (DPKUKM) Kabupaten Sukabumi pada akhir Ramadhan 1440 Hijriah.

Pantauan harga ini dilakukan di delapan pasar tradisional Sukabumi yakni Pasar Cibadak, Cisaat, Parungkuda, Cicurug, Palabuhanratu, Sukaraja, Surade, dan Sagaranten. "Komoditas daging sapi harganya rata-rata naik dari Rp 115.625 per kilogram menjadi Rp 116.875 per kilogram,’’ ujar Kepala Bidang Perdagangan dan Tertib Niaga, DPKUM Kabupaten Sukabumi Ela Nurlaela kepada wartawan Kamis (30/5) lalu.

Kenaikan harga ini misalnya terjadi di Pasar Sagaranten Keamatan Sagaranten dari Rp 130 ribu per kilogram menjadi Rp 140 ribu per kilogram. Selain itu di Pasar Cisaat yang harganya cukup tinggi yakni Rp 120 ribu per kilogram.

Kenaikan serupa juga terjadi pada komoditas daging aya. Di mana harga daging ayam rata-rata naik dari Rp 33.125 per kilogram menjadi Rp 34.250 per kilogram. Ada kenaikan harga sebesar Rp 1.125 per kilogram.

"Harga daging ayam misalnya mengalami kenaikan di Pasar Cisaat dari Rp 35 ribu per kilogram menjadi Rp 36 ribu per kilogram,’’ imbuh Ela. Di Pasar Cibadak harganya naik dari Rp 33 ribu per kilogram menjadi Rp 35 ribu per kilogram dan Pasar Palabuhanratu Rp 35 ribu per kilogram menjadi Rp 37 ribu per kilogram.

Hingga kini ungkap Ela, petugas di lapangan masih memantau ketersediaan stok dan pergerakan harga daging menjelang lebaran. Harapanya pasokan daging ke pasaran lancar agar harga barang dapat terkendali.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X