Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

Benarkah Kita Butuh 10 Ribu Langkah Per Hari?

Kamis 30 May 2019 06:26 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Christiyaningsih

Jalan Kaki (Ilustrasi)

Jalan Kaki (Ilustrasi)

Studi menunjukkan 10 ribu langkah per hari tak sepenuhnya benar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berjalan sepuluh ribu langkah per hari diyakini dapat membawa banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Tak heran banyak orang yang berlomba untuk melakukan 10 ribu langkah per hari dengan memanfaatkan alat pengukur langkah. Tetapi benarkah kita membutuhkan 10 ribu langkah per hari agar sehat dan panjang umur?

Anggapan ini mungkin tidak sepenuhnya benar. Setidaknya hal itu yang diungkapkan oleh sebuah penelitian terbaru yang dilakukan tim peneliti dari Harvard Medical School dan Harvard's School of Public Health.

Studi ini melibatkan hampir 17 ribu lansia perempuan dengan rerata usia 72 tahun. Berdasarkan studi ini, manfaat kesehatan sudah bisa dirasakan oleh lansia perempuan dengan jumlah langkah yang lebih sedikit dari 10 ribu langkah per hari.

Menurut riset tersebut, lansia perempuan yang melakukan 4.400 langkah per hari memilki risiko kematian 41 persen lebih rendah dibandingkan lansia perempuan yang melakukan 2.700 langkah per hari. Risiko kematian semakin menurun seiring dengan bertambahnya jumlah langkah hingga 7.500 langkah per hari.

Akan tetapi, tak ada manfaat tambahan ketika jumlah lankah yang dilakukan melebihi 7.500 langkah per hari. Tim peneliti mengungkap temuan ini membawa pesan lama bahwa aktivitas fisik baik untuk kesehatan tubuh.

Hal baru yang terungkap dalam penelitian ini adalah manfaat sudah bisa dirasakan hanya dengan melakukan sedikit perubahan pada aktivitas fisik. "Sesuatu yang baru dan istimewa adalah seberapa sedikit yang Anda butuhkan untuk membuat sebuah perubahan," ungkap ketua tim peneliti I Min Lee seperti dilansir WebMD.

Mengingat partisipan pada studi ini adalah lansia perempuan, Lee tidak dapat menyimpulkan apakah manfaat yang sama dapat dirasakan oleh laki-laki ataupun generasi yang lebih muda. Meski begitu, jelas terbukti aktivitas fisik dapat membawa manfaat bagi orang banyak.

Terkait praktiknya, Lee mengatakan intensitas dalam berjalan kaki tidak begitu membawa perbedaan. Berjalan kaki yang dilakukan secara cepat maupun lambat tetap membawa manfaat yang sama. "Anda bisa berjalan cepat atau anda bisa berjalan lambat. Itu tidak masalah," terang Lee.

Studi ini tidak menjelaskan hubungan langsung dari aktivitas fisik dan risiko kematian. Akan tetapi, aktivitas fisik yang dilakukan setiap hari dapat memperbaiki tekanan darah, kadar gula darah, dan kadar kolesterol. Aktivitas fisik yang dilakukan setiap hari juga berkaitan dengan kemampuan berpikir dan mengingat yang lebih baik.

Target langkah kaki juga tak harus dilakukan di gym. Orang-orang bisa melakukan perubahan sederhana untuk memperbanyak langkah kaki. Sebagai contoh, memarkir mobil lebih jauh dari tujuan, menggunakan tangga, memanfaatkan jeda iklan saat menonton televisi untuk bergerak, hingga bermain dengan cucu atau mengajak hewan peliharaan berjalan-jalan.


Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA