Jumat, 22 Zulhijjah 1440 / 23 Agustus 2019

Jumat, 22 Zulhijjah 1440 / 23 Agustus 2019

 

Fasilitas Transaksi Elektronik di GT Banyumanik Ditambah

Rabu 29 Mei 2019 01:48 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Hasanul Rizqa

Sejumlah kendaraan pribadi berplat nomor luar Jawa Tengah mulai terpantau melintas di ruas tol Semarang- Surakarta, di KM 423 wilayah Banyumanik, Kota Semarang, Senin (27/5).

Sejumlah kendaraan pribadi berplat nomor luar Jawa Tengah mulai terpantau melintas di ruas tol Semarang- Surakarta, di KM 423 wilayah Banyumanik, Kota Semarang, Senin (27/5).

Foto: Republika/Bowo Pribadi
Penambahan transaksi elektronik di GT Banyumanik untuk antisipasi arus mudik

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — PT Trans Marga Jawa Tengah (TMJ) selaku operator ruas jalan tol Semarang-Solo telah melakukan beberapa antisipasi dalam menyambut musim mudik Lebaran tahun ini.

Yang cukup signifikan, PT TMJ telah melakukan penambahan 20 unit gardu transaksi elektronik  di Gerbang Tol (GT) Banyumanik. GT ini menjadi titik pertemuan lalu lintas dari GT kalikangkung dan GT Muktiharjo, khususnya bagi pemudik yang menuju ke Surabaya via jalan berbayar.

Baca Juga

Sebanyak 20 gardu transaksi tambahan yang dimaksud berupa ‘gardu miring’ khusus untuk kendaraan Golongan I. Masing-masing delapan unit gardu elektronik untuk masuk (entrance) tol. Sisanya, 12 unit gardu transaksi elektronik untuk keluar (exit) dari ruas tol yang dikelola oleh PT TMJ ini.

Penambahan gardu transaksi elektronik ini dilakukan guna mendukung kelancaran transaksi elektronik bagi kendaraan para pemudik, yang memanfaatkan jalan bebas hambatan Trans Jawa tersebut.

“Saat ini, masih dalam uji coba fngsionalnya, dan diharapkan sudah bisa dioperasionalkan pada H-7 Lebaran atau Rabu (29/5) besok,” kata Direktur Administrasi dan Keuangan PT TMJ, Umiyati usai apel gelar pasukan Pengamanan Arus Lalu Lintas Lebaran 2019, di halaman Kantor Operasional PT TMJ Bawen, Selasa (28/5 ) petang.

Ia juga menjelaskan, selain penambahan gardu transaksi elektronik, PT TMJ juga akan menambah petugas di GT Banyumanik untuk membantu pemudik melakukan transaksi elektronik.

Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya antrian panjang kendaraan yang akan melakukan transaksi elektronik di GT Banyumanik, pada saat arus mudik dan arus balik mencapai puncaknya.

Petugas ini akan melayani transaksi elektronik dengan mobile reader. “Guna memudahkan transaksi kami siapkan hingga 36 unit mobile reader berikut petgas yang akan membantu para pengguna jalan tol,” tambahnya.

Manajer Umum Teknik dan Operasi PT TMJ, Rifka A Paramita menambahkan pada saat volume arus lalu lintas di GT Banyumanik meningkat, transaksi elektronik khusus untuk kendaraan Golongan I akan diarahkan di gardu miring.

Adapun untuk transaksi elektronik kendaraan golongan yang lebih besar diarahkan untuk  menggunakan gardu transaksi exisisting. “Gardu miring akan dimanfaatkan mulai H-7 sampai H+7 lebaran nanti,” jelasnya.

Sementara untuk mendukung keandalan transaksi elektronik di gardu transaksi tambahan ini, PT TMJ bekerjasama dengan vendor peralatan transaksi elektronik untuk menyiagakan teknisi di tiap- tiap gardu transaksi.

Khususnya pada puncak arus mudik yang diperkirakan bakal berlagsung pada tanggal 30 dan 31 Mei 2019. “Kami memprediksi, pada puncak arus mudik dan arus balik nanti GT Banyumanik bakal dilintasi tak kurang 48 ribu kendaraan,” jelasnya.

Umiyati juga mengimbau, para pengguna tol untuk mematuhi batas kecepatan berkendara di jalan tol. Terlebih di ruas jalan tol yang dikelola TMJ banyak tanjakan dan turunan serta kondisi jalan yang menikung.

Secara umum sudah ada rambu- rambu lalu lintas mengenai batas maksimal serta batas minimal kecepata kendaraan di dalam ruas tol. Selain itu, ruas tol Semarang- Solo juga menjadi titik lelah para pengendara.

“Maka kami menyarankan, para pengguna jalan tol untuk beristirahat dan memanfaatkan rest area, setelah berkendara maksimal hingga empat, guna mengembalikan kebugaran para pengguna jalan tol,” tambahnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES