Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Muhammadiyah Tegaskan Tetap Berada di Garis Islam Moderat

Selasa 28 May 2019 23:47 WIB

Red: Andri Saubani

Haedar Nasir

Haedar Nasir

Foto: ROL
Kemoderatan Muhammadiyah mengarah pada perdamaian, persatuan, dan toleran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan, ormas yang dipimpinnya tetap berada di garis Islam moderat dan toleran terhadap keragaman. Kemoderatan Muhammadiyah mengarah pada perdamaian, persatuan, dan toleran.

"Sama, sejak dulu kami berada di garis moderat," kata Haedar saat berbincang dengan wartawan di Gedung Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (28/5).

Menurut Haedar, moderat itu bukan hanya di internal sesama warga bangsa tapi lebih luas lagi di kancah global. Melalui kemoderatannya, kata Haedar, Muhammadiyah bisa terus berkontribusi pada umat dan masyarakat.

"Kita ingin umat maju pendidikannya, alam pikiran keagamannya dan segi ekonominya. Kalau mayoritas umat kita tidak mampu ekonomi misalnya maka hanya jadi maf'ul bihi atau objek penderita dari ekonomi," kata dia.

Umat yang marginal secara ekonomi, kata dia, mereka gampang panas dan marah. Maka ekonomi umat harus selalu digarap agar mampu bangkit. Menurut Haedar, Muhammadiyah memiliki keotentikan moderasi beragama yang memiliki bingkai yaitu berbatas yang jelas antara akidah dan realitas keberagaman.

"Kami konsisten nilai akidah ibadah menjadi prinsip yang diperkaya dengan realitas sehingga ibadah bisa harmonis," kata dia.

"Tapi kita arahkan jangan terlalu plural dan terlalu kontekstual. Jangan diminta lebih dari bingkai akidah ibadah. Kami juga tidak setuju pada pihak yang terlalu kontekstual yang tidak menerima keragaman," katanya, menambahkan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA