Kamis, 21 Zulhijjah 1440 / 22 Agustus 2019

Kamis, 21 Zulhijjah 1440 / 22 Agustus 2019

Pertamina Siagakan Tiga Kapal Tanker Amankan Suplai BBM

Selasa 28 Mei 2019 17:02 WIB

Red: Friska Yolanda

Ilustrasi kapal tanker pembawa Bahan Bakar Minyak (BBM).

Ilustrasi kapal tanker pembawa Bahan Bakar Minyak (BBM).

Foto: Republika/Arif Satrio Nugroho
Kapal tanker disiagakan di dekat Sumatra, Jawa dan Indonesia bagian timur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) memosisikan siaga tiga kapal tanker di perairan Indonesia untuk membantu mengamankan suplai bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di seluruh Indonesia. Kapal itu bersiaga ketika ada kapal lain yang mengalami kendala teknis.

"Kapal tanker ada di dekat Sumatra, Jawa, dan di Indonesia bagian timur," kata Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas'ud Khamid di Jakarta, Selasa (28/5).

Ia menjelaskan bahwa kapal tersebut bersiaga ketika ada kapal lain yang mengalami kendala teknis. Ketika terjadi kendala teknis, kapal tanker siaga akan menggantikan.

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjamin penyaluran BBM selama masa Ramadhan dan Idul Fitri berjalan dengan baik. Berdasarkan pemantauan yang dilakukan langsung oleh Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar ke Terminal BBM Plumpang, Jakarta, pada Selasa, pasokan dan distribusi BBM dalam kondisi aman.

Pemerintah menempatkan prioritas tertinggi untuk melayani kebutuhan BBM kepada masyarakat. Khususnya menghadapi tingginya mobilitas pada hari besar keagamaan dan libur umum, pemerintah akan meningkatkan pelayanan.

"Pada masa mudik Lebaran tahun 2019, pasokan BBM aman. Prediksi rata-rata ketahanan stok nasional BBM rata-rata minimal 21 hari, seperti Premium (21 hari), Pertalite (21 hari), Pertamax (22 hari), Biosolar (26 hari), Dexlite (27 hari) dan Dex (35 hari). Sedangkan untuk Avtur mencapai 48 hari," jelas Arcandra usai meninjau sarana dan fasilitas di TBBM Plumpang.

Khusus Terminal BBM Plumpang, rata-rata harian penyaluran untuk konsumen SPBU pada saat hari normal mencapai 15.361 Kilo Liter (KL) dan pada masa mudik kali ini (H-7 dan H+7) hanya mencapai 13.572 KL dengan puncak penyaluran (H-6) diperkirakan mencapai 20.378 KL (penambahan dari peralihan TBBM Cikampek dampak kebijakan one way).

Terminal BBM Plumpang, dengan kapasitas total tangki 322.255 KL. TBBM ini melayani sekitar 791 SPBU, memiliki 24 tangki penimbunan dengan rincian tujuh tangki untuk jenis Premium (kapasitas total 117.385 KL); lima tangki untuk jenis solar (kapasitas total 68.641 KL); tujuh tangki untuk jenis Pertamax (kapasitas 93.078 KL);

Dua tangki untuk jenis Pertamax Turbo (kapasitas 11.106 KL); satu tangki Pertamina Dex (kapasitas 9.461 KL); dua tangki untuk jenis FAME (kapasitas 21.563 KL)

TBBM Plumpang dinilai sebagai terminal BBM terpenting di Indonesia. Pasalnya, Plumpang menyuplai sekitar 20 persen kebutuhan BBM harian di Indonesia, atau ke sekitar 25 persen dari total kebutuhan SPBU Pertamina.

Sementara itu, prognosa Stok LPG Nasional Untuk periode Hari Raya Idul Fitri 1440 H/2019 M perkiraan ketahanan stok rata-rata 385.026 MT (17 hari).

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA