Hikmah Malam Lailatul Qadar

Red: Agung Sasongko

 Selasa 28 May 2019 17:00 WIB

Ilustrasi Ramadhan Foto: Pixabay Ilustrasi Ramadhan

Dengan malam tersebut, Allah memberi kesempatan kepada manusia memperoleh pahala.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Malam Lailatul Qadar adalah satu malam istimewa yang terjadi di bulan Ramadhan. Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, mengatakan malam itu sangat istimewa karena merupakan malam di mana Alquran diturunkan.

Menurutnya, pahala berbuat baik di malam itu dikatakan lebih baik dari 1.000 bulan atau sama dengan berbuat baik selama 83 tahun. "Nabi SAW sangat menganjurkan umatnya supaya bisa mendapatkan malam tersebut. Biasanya malam itu ada di antara malam tanggal 21 sampai tanggal terakhir di bulan Ramadhan," kata Anwar, melalui pesan elektronik kepada Republika.co.id, Selasa (28/5).

Ia melanjutkan, ada hikmah dari adanya malam lailatul qadar. Dengan malam tersebut, Allah memberi kesempatan kepada manusia untuk mendapatkan pahala yang banyak. Sehingga, peluang bagi umat-Nya untuk masuk ke Surga terbuka luas.

Apalagi, menurutnya, Allah telah menjanjikan barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan perhitungan, maka dosa-dosanya yang terdahulu akan diampuni. Begitu pula bagi siapa saja yang menegakkan bulan Ramadhan dengan amalan kebaikan yang lain, maka Allah akan mengampuni dosanya yang terdahulu.

"Jadi dengan demikian secara matematis bila kita bisa berpuasa di bulan Ramadhan ini dengan baik, maka dosa kita kepada Allah SWT (asal itu bukan dosa syirik) ketika Idul Fitri akan habis atau nol dan pahala kita akan sangat banyak," lanjutnya.

Ketua PP Muhammadiyah ini mengatakan, seseorang yang memiliki peta dan timbangan kebaikan dan keburukan seperti demikian sudah pasti akan dimasukkan oleh Allah SWT ke dalam surga. Dengan syarat, seseorang tersebut tidak mempersekutukan Allah dan tidak memiliki dosa kepada sesama.

"Tentang dosa kepada sesama, 'Aku' kata Tuhan tidak berhak untuk mengampuninya. Yang bisa memaafkannya adalah manusia itu sendiri," ujarnya.

Oleh karena itu, agar dosa benar-benar diampuni ketika Idul Fitri tiba, Anwar mengingatkan hendaknya meminta maaf kepada sesama. Apabila itu dilakukan, Insya Allah orang bersangkutan akan hadir di hari Idul Fitri seumpama anak yang baru lahir.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X