Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Pemprov Jabar Luncurkan Tiga Program Layanan Mudik

Senin 27 May 2019 20:50 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Warga antre saat pendaftaran hari pertama Program Mudik Lebaran Gratis 2019 yang digelar oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat di Gedung Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Selasa (26/3/2019).

Warga antre saat pendaftaran hari pertama Program Mudik Lebaran Gratis 2019 yang digelar oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat di Gedung Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Selasa (26/3/2019).

Foto: Antara/Andi Firdaus
Pemprov Jabar gagas tiga program dukungan layanan mudik dan balik 2019

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat siap terlibat dalam penyelenggaraan dan pengamanan angkutan Lebaran 2019.  Menurut Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, fokus Pemprov Jawa Barat tertuju pada kesiapan armada, insfrastruktur, dan strategi penanganan arus mudik serta balik.

Baca Juga

Oleh karena itu, menurut Uu, Pemprov Jawa Barat menggagas tiga program dukungan layanan arus mudik dan balik edisi 2019. Program pertama adalah launching dan uji coba tahap awal aplikasi yang mengintegrasikan CCTV pantauan lalu lintas di Jawa Barat dengan nama CCTV Jabar Transport Hub. 

"Aplikasi tersebut nantinya dapat diakses oleh masyarakat guna mencari informasi teraktual soal kondisi lalu lintas," ujar Uu  saat menjadi pembina Apel Siaga Gelar Pasukan Pengamanan Lalu Lintas dan Angkutan Lebaran Tahun 2019 di Halaman Gedung Sate,  Senin (27/5).

Program selanjutnya, menurut Uu, bernama Salembur atau Sasarengan Mudik Ka Lembur. Program tersebut merupakan kegiatan mudik gratis yang diselenggarakan oleh banyak pihak se-Jawa Barat.

“Terdapat 16 instansi pemerintah dan BUMN yang menyelenggarakan mudik gratis bagi sekitar 12.813 pemudik di Jawa Barat. Termasuk di dalamnya, 108 unit bus dan 300 tiket kereta api. Bagi sekitar 5.100 pemudik disiapkan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat,” katanya.

Program terakhir, kata dia, adalah peluncuran URC Bima Sakti atau Unit Reaksi Cepat Bina Marga Siap Aksi Konektivitas Transportasi Terintegrasi. Unit tersebut dibentuk untuk melayani laporan atau komplain dari masyarakat yang berkaitan dengan kerusakan jalan.

URC Bima Sakti, kata dia, merupakan respons Pemdaprov Jawa Barat dalam meningkatkan pelayanan publik dengan penyediaan infrastruktur jalan yang memadai, khususnya selama masa angkutan lebaran 2019.

“Tujuan dilaksanakannya apel siaga yaitu sebagai salah satu perwujudan kesiapan pemerintah dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan dan pengamanan angkutan lebaran tahun 2019,” katanya.

Pada tahun 2019, kata dia, jumlah pemudik dalam skala nasional diperkirakan mencapai 18,29 juta. Kemudian sekisar 3,7 juta di antaranya akan menuju ke berbagai daerah di Jawa Barat. Apalagi, kata Uu Ruzhanul, Jawa Barat menjadi daerah lintasan pergerakan lalu lintas dan angkutan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA