Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Merapi Muntahkan 42 Lava Pijar Sepekan Terakhir

Ahad 26 May 2019 14:50 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Dwi Murdaningsih

Aktivitas Gunung Merapi.

Aktivitas Gunung Merapi.

Foto: Antara.
Kubah lava saat ini dalam kondisi stabil dengan laju pertumbuhan yang rendah.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih waspada. Walau baru terjadi satu kali guguran awan panas, satu pekan terakhir saja sudah terjadi 42 guguran lava pijar yang dikeluarkan Gunung Merapi.

Jumlah itu tercatat mulai Ahad (19/5) sampai Sabtu (25/5). Selama periode itu, guguran awan panas hanya terjadi satu kali pada 20 Mei 2019 dengan jarak luncur 1.100 meter ke arah hulu Kali Gendol.

Sepanjang satu pekan, guguran lava pijar terbanyak selama satu hari terjadi pada 20 Mei 2019. Guguran terjadi 18 kali dengan jarak luncur terjauh 1.500 meter.

Guguran yang terjadi menjelang subuh itu sendiri menjadi yang paling jauh terjadi sepanjang pekan. Sedangkan, guguran dengan jarak luncur terdekat terjadi pada hari yang sama dengan 350 meter.

Selama satu pekan, 23 Mei 2019 menjadi hari dengan guguran lava pijar paling sedikit karena cuma terjadi satu kali. Guguran lava pijar tercatat pada pengamatan 06.00-12.00 dengan jarak luncur 450 meter.

Laporan Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM), Ngepos, Heru Suparwaka menunjukkan, ada penurunan kuantitas akhir pekan ini jika dibandingkan awal pekan lalu. Terakhir, terjadi 9 guguran lava.

Pada hari terakhir pekan ini, guguran lava pijar terus terjadi selama empat periode pengamatan. Enam jam pengamatan terakhir, 18.00-24.00, terjadi setidaknya empat guguran lava pijar.

"Dari CCTV teramati guguran lava  pijar empat kali  ke hulu Kali Gendol jarak luncur 850 meter," kata Heru, Ahad (26/5).

Catatan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menunjukkan cuaca (17-23 Mei) sekitar Gunung Merapi secara umum cerah pada pagi.

Sedangkan, siang hingga malam hari terbilang mendung dan berkabut. Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah, condong terjadi ke arah barat daya.

Tinggi asap maksimum 250 meter yang teramati pada 17 Mei 2019 dari Pos PGM Babadan. Untuk kegempaan, tercatat tujuh hembusan, satu gempa vulkanik dalam dan satu gempa vulkanik dangkal.

Lalu, 33 gempa fase banyak, 156 gempa guguran, 18 gempa frekuensi rendah dan enam gempa tektonik. Walau gempa vulkanik dangkal lebih rendah dari pekan sebelumnya, gempa fase banyak meningkat.

Sejauh ini, volume kubah lava berdasarkan tangkapan gambar udara pada 4 Mei 2019 tercatat sebesar 458.000 meter kubik. Sejak Januari, volume kubah lava terbilang relatif tetap.

"Kubah lava saat ini dalam kondisi stabil dengan laju pertumbuhan yang masih relatif rendah," ujar Hanik, Jumat (24/5) sore.

Meski begitu, BPPTKG masih merekomendasikan radius tiga kilometer dari puncak Gunun Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk dan pendakian. Kecuali, untuk penelitian dan mitigasi BPPTKG/BPBD.

Namun, masyarakat sekitar alur Kali Gendol diminta meningkatkan kewaspadaan. Hal itu sehubungan sudah sering terjadinya guguran awan panas dengan jarak luncur yang jauh.

BPPTKG mengingatkan, guguran lava pijar dan awan panas masih berpotensi menimbulkan hujan abu. Masyarakat diminta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA