PLN Disjaya Pastikan Listrik Jakarta Aman Saat Lebaran

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Gita Amanda

 Sabtu 25 May 2019 16:01 WIB

PLN. (Ilustrasi) Foto: Antara PLN. (Ilustrasi)

PLN memproyeksikan beban listrik di Jakarta akan berkurang 30 persen saat Lebaran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Perusahaan Listrik Negara Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) memproyeksikan beban listrik di Jakarta akan berkurang hingga 30 persen saat Lebaran nanti. Dengan pasokan yang ada, PLN Disjaya memastikan listrik selama Lebaran dalam kondisi aman.

General Manager PLN Disjaya, M Ikhsan Asaad menjelaskan beban puncak kelistrikan saat lebaran diperkirakan akan terjadi pada tanggal 5 dan 6 juni mendatang. Namun, biasanya beban puncak kelistrikan Jakarta mencapai 5.100 Megawatt (MW), pada lebaran nanti diperkirakan beban puncak hanya mencapai 2.600 MW.

"Secara beban puncak kalau jakarta saja memang pasti turun 50 persen. Jadi kami pastikan itu sangat cukup," ujar Ikhsan, Sabtu (25/5).

Ikhsan menjelaskan, berbeda dengan daerah lain, beban puncak untuk Jakarta terjadi pada siang hari. Hal itu dikarenakan sekitar 60 persen konsumsi listrik berasal dari kegiatan bisnis dan perkantoran. Saat Lebaran, kegiatan bisnis sementara berhenti sehingga konsumsi listrik pun turun drastis.

Terlepas dari itu, Ikhsan menegaskan PLN Disjaya tetap fokus menjaga keandalan pasokan listrik sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang dan nyaman. Menurut dia, PLN menyiapkan tim yang siaga 24 jam memantau jika terjadi gangguan.

"Jakarta itu bisa dibilang sistem yang paling kuat, dipasok enam subsistem, andal sekali. Selama periode siaga, seminggu sebelum Lebaran juga sudah tidak boleh ada kegiatan pemeliharaan. Kita juga siapkan UPS 46 unit, powerbank 75 unit, trafo bergerak 16 unit, crane mobile 4 dan kabel bergerak 5 unit," paparnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X