Sunday, 4 Jumadil Akhir 1442 / 17 January 2021

Sunday, 4 Jumadil Akhir 1442 / 17 January 2021

JK Apresiasi Sikap NU Tak Ikut Aksi 22 Mei

Kamis 23 May 2019 20:40 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Esthi Maharani

Kawat berduri memblokade Jalan MH Thamrin di depan kantor Bawaslu saat berlangsungnya Aksi 22 Mei, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Kawat berduri memblokade Jalan MH Thamrin di depan kantor Bawaslu saat berlangsungnya Aksi 22 Mei, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
JK juga mengapresiasi sikap NU yang menolak terjadinya aksi massa 22 Mei

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menyambut baik sikap Nahdlatul Ulama (NU) yang dinilai tidak ikut arus polarisasi politik dalam Pemilihan Presiden 2019. JK juga mengapresiasi sikap NU yang menolak terjadinya aksi massa menyikapi hasil rekapitulasi Pemilu 2019 dalam dua hari terakhir ini.

"Kita semua menghargai dan gembira atas sikap NU, memasuki Ramadhan ini betul-betul kita mengutamakan bagaimana kita meningkatkan amal ibadah kita semuanya," kata JK saat menghadiri peringatan Nuzulul Quran dan buka puasa keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) di halaman Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (23/5).

Menurut JK, sikap NU yang tidak ikut serta dalam perbedaan pandangan politik Pilpres, setidaknya tidak menambah terjadinya kekisruhan di ibu kota Jakarta dalam dua hari terakhir.

"(Khususnya) tidak ikut dalam suatu perbedaan-perbedaan politik yang menyebabkan adanya kerusuhan yang terjadi dalam 1-2 hari terakhir ini," ujar kata JK.

Dewan Muhtasyar PBNU itu menilai, justru kedamaian yang diharapkan terjadi di bulan suci Ramadhan dan bertepatan dengan peringatan Nuzulul Quran tersebut.

"Mudah-mudahan pada hari ini masa depan bangsa kita ditentukan dalam bulan suci ramadhan apalagi dalam rangkaian Nuzulul Quran, sesuatu kepercayaan yang menimbulkan kedamaian daripada semuanya," ujar JK.

JK pun menyingung pentingnya perbaikan pembangunan kebangsaan saat ini, dibandingkan aksi-aksi yang justru memelah belah bangsa. JK menerangkan, pembangunan bangsa penting untuk menciptakan kemajuan yang adil bagi bangsa Indonesia. JK menilai perlu usaha keras untuk mencapai hal tersebut, termasuk usaha dan dukungan dari NU

"Karena kemajuan yang adil itu tidak bisa juga didapat dengan serta merta, harus dengan usaha," ujar JK.

JK juga menyingung tugas selanjutnya yang sudah menanti Ma'ruf Amin usai dilantik menjadi Wakil Presiden menggantikannya.

"Nanti tugas utama Pak Maruf juga seperti itu. ini bukan tugas yang mudah tentunya, dan bukan tugas yang pendek tapi tugas yamg panjang untuk kita semua," kata Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia tersebut.

Selain JK, sejumlah tokoh yang hadir dalam acara tersebut yakni Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Ketua Umum PBNU Saiq Aqil Siradj, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, Mahfud MD, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, dan keluarga besar NU lainnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA