Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

 

Kemenkes Siapkan 6.047 Fasilitas Sambut Mudik Lebaran

Kamis 23 May 2019 16:20 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Hasanul Rizqa

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Bambang Wibowo (dua dari  kiri) dan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti (berhijab merah)  berbicara di forum di Kemenkes, di Jakarta, Kamis (23/5).

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Bambang Wibowo (dua dari kiri) dan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti (berhijab merah) berbicara di forum di Kemenkes, di Jakarta, Kamis (23/5).

Foto: Republika/Rr Laeny Sulistyawati
Kemenkes menyebut jumlah fasilitas untuk mudik tahun ini lebih banyak dari tahun lalu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyiapkan sebanyak 6.047 fasilitas layanan kesehatan di seluruh Indonesia untuk beroperasi di arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

Baca Juga

Jumlah tersebut terdiri atas 923 pos kesehatan, 4.210 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), dan 375 rumah sakit (RS) sekitar jalur pantai utara Jawa (Pantura). Berikutnya, sebanyak 144 RS rujukan, 207 kantor kesehatan pelabuhan (KKP), dan 188 public safety center (PSC) 119,.

Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Bambang Wibowo dalam konferensi pers di Kantor Kemenkes Jakarta, hari ini, Kamis (23/5).

Dia menyebutkan, jumlah fasilitas yang disediakan Kemenkes untuk menghadapi arus mudik dan balik tahun ini lebih banyak bila dibandingkan dengan tahun lalu, yang sebanyak 3.910 unit.

Seluruh fasilitas layanan kesehatan itu beroperasi mulai dari H-7 hingga H+7 Lebaran, sesuai dengan penetapan tanggal mudik oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Ia menyebut, pos kesehatan yang berdiri nantinya memenuhi standar pelayanan minimal (SPM).

"Jadi semua disediakan mulai dari ada tensimeter, obatan-obatan untuk penyakit umum, gawat darurat," ujar Bambang Wibowo, Kamis (23/5).

Dia menambahkan, di tiap pos kesehatan nantinya terdapat tempat tidur periksa, meja, kursi, hingga mobil ambulans lengkap dengan sopirnya. Dari sisi tenaga medis, tiap pos itu akan tersedia perawat dan dokter umum. "Standar ini yang kami dorong," ujarnya.

Ia menambahkan, pelayanan kesehatan yang diberikan di pos kesehatan berupa pengobatan umum, pelayanan kesehatan tradisional, pelayanan kegawatdaruratan, dan pelayanan transportasi rujukan medis.

Pos kesehatan ini, dia menambahkan, juga memberikan pelayanan promosi kesehatan dan pemcegahan seperti penyediaan informasi kesehatan dan pemeriksaan tekanan darah.

"Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan pos kesehatan ini untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dengan nyaman," ujarnya.

Selain itu, petugas kesehatan dapat memberikan pelayanan kesehatan dengan nyaman dan maksimal karena telah didukung dengan sarana, peasarana, peralatan dan perbekalan kesehatan yang memadai.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES