Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

Mahfud MD dan Gerakan Suluh Dukung Tindakan Tegas Aparat

Kamis 23 May 2019 16:14 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Sejumlah Korps Brimob beraktivitas di depan gedung Bawaslu pascakerusuhan di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Sejumlah Korps Brimob beraktivitas di depan gedung Bawaslu pascakerusuhan di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Foto: Antara/Aprillio Akbar
Mahfud nilai kericuhan itu murni dilakukan perusuh, tidak dalam komando pasangan 02.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gerakan Suluh Kebangsaan bersama tokoh lintas organisasi kemasyarakatan mendukung aparat gabungan TNI-Polri menindak tegas kelompok massa yang bertindak anarkis.

Salah satu tokoh Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD mengatakan tindakan tegas dapat diambil sesuai prosedur tetap aparat TNI-Polri secara terukur.

"Kalau buat kerusuhan ya ditangkap. Kalau mengancam keselamatan orang, diringkus, atau dilumpuhkan, kan semua ada protap-nya, kalau mau mengancam keselamatan orang, mau membakar, itu kan bisa dihalangi, ditembak kakinya," kata Mahfud dalam konferensi pers bersama di Jakarta, Kamis.

Mahfud mengatakan, sesuai yang ditentukan, aparat dalam tindakan tegasnya sebaiknya tetap menggunakan peluru karet. "Pakai peluru karet saja, karena kan sudah ditentukan," kata Mahfud.

Dia memandang jumlah massa perusuh tidak banyak. Namun perusuh itu memprovokasi massa lain yang akhirnya ikut melakukan kericuhan. Terlebih dengan beredarnya berita viral yang tidak benar di media sosial. "Karena diviralkan dengan berita tidak benar, sehingga orang menjadi emosi, jadi datang semua," kata Mahfud.

Dia mengatakan, massa perusuh sama sekali tidak ingin menyampaikan aspirasi, melainkan hanya ingin berbuat kerusuhan dan patut segera ditindak tegas aparat.

Mahfud menegaskan kericuhan yang terjadi dalam aksi 21-22 Mei murni dilakukan perusuh yang tidak berada dalam komando pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga dan tidak mewakili aksi bela Islam.

"Massa mau menyalurkan aspirasi tapi bakar mobil, menghina polisi, meminta dipukul polisi ''ayo pukul,'' ''ayo pukul'', kan nggak benar itu," tegas Mahfud.

Dalam kesempatan itu turut hadir sejumlah tokoh Gerakan Suluh Kebangsaan lain seperti Franz Magnis Suseno, Quraish Shihab, Alwi Shihab Komaruddin Hidayat, Sarwono Kusumaatmadja, Benny Susetyo, Alissa Wahid dan tokoh lintas ormas.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA