Tingkat Kecelakaan Arus Mudik Diharapkan Turun

Red: Friska Yolanda

 Kamis 23 May 2019 06:30 WIB

Pemudik dengan sepeda motor melintasi Jalan Raya Klari, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (23/6). Foto: Antara/Sigid Kurniawan Pemudik dengan sepeda motor melintasi Jalan Raya Klari, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (23/6).

Pemudik diimbau meningkatkan kehati-hatian selama perjalanan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Jasa Raharja mengimbau pemudik mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Hal tersebut untuk bertujuan agar tingkat kecelakaan pada arus mudik dan balik Lebaran tahun ini menurun.

"Kami berharap angka kecelakaan pada arus mudik dan balik Lebaran tahun ini menurun, seperti penurunan yang terjadi tahun lalu," kata Direktur Operasional PT Jasa Marga Amos Sampetoding, di Jakarta, Rabu (22/5).

Ia mengatakan pada Lebaran tahun lalu angka kecelakaan lalu lintas pada arus mudik dan balik atau H-7 dan H+7 Lebaran menurun sekitar 30 persen dibandingkan tahun 2017, seiring tata kelola mudik yang baik. Pada masa mudik dan balik Lebaran 2018, total santunan kecelakaan yang dikeluarkan Jasa Raharja mencapai Rp 99,894 miliar turun sekitar 31,58 persen dibandingkan periode yang sama 2017 sebesar Rp 146,011 miliar.

Baca Juga

Ia optimistis tingkat kecelakaan berkurang karena sejumlah upaya telah dilakukan pemerintah. Salah satunya adalah penerapan sistem satu arah untuk mudik melalui Tol Trans Jawa mulai dari Cikarang sampai Brebes. Selain itu kondisi, jalan di darat juga lebih baik dan pemeriksaan angkutan umum atau ramp check baik bus, kapal laut, dan pesawat juga semakin ketat.

Memang diakuinya seperti tahun-tahun sebelumnya, kecelakaan lalu lintas pada mudik dan balik Lebaran banyak terjadi pada sepeda motor. Untuk itu, Jasa Marga membuat tempat istirahat (rest area) khusus sepeda motor dengan harapan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan roda dua itu berkurang.

Lebih jauh Amos menginformasikan kepada pengguna angkutan umum maupun masyarakat lainnya agar mengunduh aplikasi yang dikembangkan Jasa Raharja yaitu JRku. Dengan aplikasi itu, penumpang angkutan umum, terutama bus, bisa mengetahui apakah moda angkutan yang digunakannya terlindungi oleh asuransi kecelakaan Jasa Raharja atau tidak.

Aplikasi yang dapat diunduh baik melalui Play Store pada sistem Android maupun App Store pada IOS (Iphone). Penumpang tinggal memasukkan nomor polisi bus tersebut dan akan diketahui status keikutsertaan angkutan itu pada program asuransi kecelakaan Jasa Raharja

"Jadi kalau pergi ke terminal, mau naik bus, tinggal lihat apakah bus ini sudah bayar Jasa Raharja atau belum," kata Amos. Hal itu penting agar pengguna angkutan umum terlindungi asuransi bila terjadi kecelakaan lalu lintas. 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X