Jumat, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 Februari 2020

Jumat, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 Februari 2020

AP I Bagi Penerbangan Lebaran di Bandara YIA dan Adisutjipto

Rabu 22 Mei 2019 21:27 WIB

Red: Nur Aini

Pesawat komersial Citilink dengan rute penerbangan HLP- YIA mendarat di Bandara YIA saat penerbangan perdana di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo, DI Yogyakarta, Senin (6/5).

Pesawat komersial Citilink dengan rute penerbangan HLP- YIA mendarat di Bandara YIA saat penerbangan perdana di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo, DI Yogyakarta, Senin (6/5).

Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko
Sebagian penerbangan tambahan untuk Lebaran dipindahkan ke bandara baru Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- PT Angkasa Pura I membagi penerbangan tambahan pada Lebaran 2019 ini di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dan Bandara Adisutjipto.

Baca Juga

Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan meski belum beroperasi 100 persen, pihaknya akan memindahkan sebagian penerbangan tambahan (extra flight) ke bandara baru tersebut.

"Walaupun belum 100 persen sudah mulai dimanfaatkan penambahan kapasitas di Yogyakarta," katanya.

Tetapi, kata dia, untuk sisi udara sudah bisa beroperasi 100 persen. Dia mengatakan berdasarkan pengoperasian perdana 6 Mei lalu, yakni Citilink Indonesia berjalan mulus, karena itu Faik mengaku siap mengoperasikan untuk penerbangan tambahan.

"Per Mei baru selesai 50 persen nanti Desember 100 persen, tapi dari sisi udara sudah bisa dioperasikan 100 persen," katanya.

Penerbangan selanjutnya, yakni Batik Air pada 29 Mei serta disusul AirAsia untuk penerbangan internasional. Sementara itu, Faik mengatakan untuk penerbangan tambahan pukul 18.00 hingga 06.00 pagi tetap di Bandara Adisutjipto karena malam hari di YIA masih dilakukan penyelesaian konstruksi.

Pengajuan penerbangan tambahan pada Lebaran 2019, yaitu sudah mencapai 1.628 penerbangan atau lebih rendah dari tahun lalu, yakni 5.245 penerbangan. Terkait tiket mahal, Faik mengaku masih optimistis pihaknya akan mencatatkan pertumbuhan lima persen.

"Saya komunikasikan terus dengan maskapai. Saya sampaikan juga apakah tiket mahal ini ada dampaknya, mereka optimistis. Malah Lion Air realisasinya lebih tinggi, tapi saya yakin orang masih mau beli," katanya.

Direktur Operasi AP I Wendo Asrul Rose mengatakan penurunan pergerakan pesawat juga disebabkan adanya tol Trans Jawa sehingga menjadi pilihan alternatif moda bagi pemudik.

"Adanya moda lain, dengan beroperasinya jalan tol terutama untuk tujuan Surabaya dan Yogyakarta," katanya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA