Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Zakat di Era Post Truth

Rabu 22 May 2019 07:47 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Nana Sudiana, Sekjend FOZ & Direksi IZI

Foto:
Fenomena post-truth di dunia zakat juga terjadi

Post-Truth di Dunia Zakat
Fenomena post-truth di dunia zakat juga terjadi. Repitisi kalimat "lembaga zakat ilegal" sempat muncul berulang. Lantas saat ini bila muncul hoaks terkait dana zakat untuk tol dan infrastruktur maka sebenarnya bukan hal baru. Pertanyaan kita selanjutnya, mengapa muncul juga hoaks di dunia zakat?

Dunia zakat bukan berada di ruang hampa, ia sepenuhnya berada di tengah dinamika masyarakat yang ada. Bila kita lacak darimana kemunculan menguatnya hoaks di dunia zakat, maka kita tak bisa menutup mata bahwa hal ini berawal dari sejak dimulai-nya kontestasi pemilu presiden 2014. Mulai tahun ini, hoaks dan fake news dengan massif bertebaran. Kemunculan awalnya yang bermaksud mempengaruhi preferensi pemilih lalu bak bola salju, membesar dan tak tentu arahnya.

Situasi ini kembali meningkat seiring kontestasi berikutnya menjelang 2019. Hari ini, Indonesia tengah berada dalam kondisi darurat informasi bohong alias hoaks. Dengan semakin meningkatnya tingkat "melek internet" yang kini penggunanya lebih dari 60 juta orang, maka semakin kuat daya rusak hoaks ini.

Dengan pengguna internet yang semakin banyak yaitu tercatat sejumlah 132,7 juta, dengan 129,2 juta di antaranya adalah pengguna media sosial pada level aktif, mestinya ada edukasi yang dilakukan secara efektif untuk mereka. Sayangnya, selama ini penanggungjawab urusan zakat ini, termasuk regulatornya kadang melupakan proses edukasi ini.

Pengelola zakat tak seharusnya meninggalkan urusan edukasi ini. Dan dalam konteks lebih tinggi, semestinya regulator zakat secara intens melalukan pembinaan yang rutin agar para pengelola zakat bisa berperan lebih baik. Ditambah diperlukan kehati-hatian dalam mereproduksi istilah-istilah yang justru bisa kontraproduktif bagi dunia zakat.

Munculnya hoaks di dunia zakat, bisa jadi karena adanya sebab tak langsung akibat peristiwa-peristiwa lain yang ada. Ditambah, adanya ketidakpercayaan yang masih tersisa di masyarakat atas pengelolaan zakat.

Harus diakui, saat ini masyarakat Indonesia tengah berada pada era di mana kebenaran dan kebohongan semakin sulit dibedakan. Dengan begitu, diperlukan sinergi para pengelola zakat untuk terus meningkatkan edukasi dan literasi zakat. Ditambah diperlukan juga edukasi pada masyarakat, termasuk untuk muzaki maupun mustahik agar memiliki kemampuan untuk menyaring berita bohong.

Lalu bagaimana post truth terjadi di dunia zakat Indonesia? Bagaimana fenomena ini mempengaruhi masyarakat Indonesia dan apa dampak buruk dari fenomena ini bagi gerakan zakat Indonesia. Ternyata post-truth ini tak tiba-tiba terjadi. Di paparan tadi, tergambar bahwa hal ini ada pemicunya. Seringkali misalnya isu-isu utama zakat tak dibarengi kajian atau rencana yang mendalam.

Bila kita lihat kenapa ada yang protes ketika ada isu zakat dananya untuk tol dan infrastruktur, karena memang sempat terlontar juga dari pihak Kementrian agama bahwa dana zakat ini juga potensial untuk digunakan sebagai penopang dana pembangunan infrastruktur. Dan isu ini ketika didalami, ternyata alasan kuatnya, masyarakat khawatir dan takut dana zakat ini disalahgunakan. Rakyat dengan begitu, tergerak untuk melakukan antisipasi atas ketakutan dana yang telah dikelola tadi bukan untuk digunakan semestinya.

Beberapa alasan lain adalah diakibatkan munculnya ketidakpercayaan pada pihak-pihak yang memegang otoritas atau kewenangan yang ada saat ini. Jadinya apa pun isu yang berkembang mengenai urusan publik, apalagi yang terkait dengan soal mobilisasi keuangan masyarakat, langsung muncul kecurigaan.

Life is choice; hidup adalah pilihan. Dalam mengelola zakat bukan hanya butuh kebijakan yang baik dan efektif, namun juga diperlukan kepemimpinan zakat yang amanah. Tanpa kepemimpinan yang amanah sulit mengawal gerakan zakat bisa berdiri tegak dan mampu mengangkat martabat umat.

Spirit kepemimpinan amanah ini kan bersumber dari tanggung jawab akan tugas yang dipikul dan harus diselesaikan. Orang-orang yang amanah ini juga akan hati-hati memproduksi isu atau lontaran gagasan.

Kemunculan para pemimpin gerakan zakat yang amanah dan jujur, dipastikan akan mampu mewarnai dan membawa perubahan yang baik bagi gerakan zakat. Termasuk pemimpin yang amanah ini juga dengan sendirinya secara efektif akan menangkal hoaks dan isu-isu liar yang bisa merusak dan menghancurkan kebaikan gerakan zakat.

Rasulullah SAW mengingatkan para pemimpin, “Siapa saja yang dianugerahkan Allah sebagai pemimpin, tetapi dia tidak berbuat sesuatu untuk kebaikan umatnya (malah sebaliknya menipu dan menzalimi umatnya ), Allah akan mengharamkan surga untuknya” (HR. Bukhori).

TENTANG PENULIS
NANA SUDIANA, Sekjend FOZ & Direksi IZI

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA