Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

 

Cara Membuat Serabi Khas Solo yang Gurih dan Kenyal

Selasa 21 Mei 2019 17:45 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Christiyaningsih

Serabi khas Solo yang dijual di Jalan Moh Yamin Solo.

Serabi khas Solo yang dijual di Jalan Moh Yamin Solo.

Foto: Republika/Binti Sholikah
Serabi khas Solo dibuat dari tepung beras, gula pasir, santan, dan pandan

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, Solo kita akan menjumpai deretan penjual serabi khas Solo. Serabi khas Solo dikemas dengan cara digulung dan dibungkus daun pisang. Penganan ini tak luput menjadi buruan para pencari takjil.

Baca Juga

Di antara jajaran pedagang serabi yang paling melegenda adalah Serabi Notosuman yang sudah ada sejak 1920-an. Notosuman dulu merupakan nama jalan di mana kios pertama penjual serabi dibuka.

Kini, nama jalan tersebut telah berubah menjadi Jalan Moh Yamin. Di sekitar Jalan Moh Yamin terdapat beberapa pusat oleh-oleh yang menjual Serabi Notosuman.

Salah satu pemilik toko serabi bernama Indriyati menjelaskan bahan-bahan dan cara memasak serabi. Bahan-bahannya antara lain tepung beras, gula pasir, santan, dan daun pandan.

Semua bahan dicampur menjadi satu adonan. Kemudian difermentasi atau ditunggu satu jam sampai dua jam baru dimasak. Tujuannya supaya adonan mengembang sehingga saat dimasak teksturnya bagus. Selanjutnya, adonan dimasukkan ke dalam  wajan kecil yang sudah dipanaskan dengan api.

"Memasaknya sekitar empat menit. Kalau pas ramai tidak bisa diburu-buru. Soalnya, kalau kurang dari itu tidak matang, kalau lebih bisa gosong," ucap Indriyati saat ditemui Republika di toko Serabi Notosuman H Oemar belum lama ini.

Biasanya dalam sehari toko serabi milik Indriyati menghabiskan 10-20 kilogram tepung beras. Tetapi saat Ramadhan kebutuhan tepung beras bisa meningkat menjadi 20-40 kilogram.

Toko Indriyanti menjual empat varian rasa serabi yakni original, cokelat, pisang, dan nangka. Namun, rasa original dan cokelat paling diminati. "Serabi di toko kami hanya bisa bertahan 12 jam karena tanpa bahan pengawet. Kalau disimpan di kulkas bisa 24 jam tapi harus dipanasi lagi," ungkapnya.

Harga serabi di toko Serabi Notosuman H Oemar dijual Rp 1.500 per buah atau satu boks seharga Rp 15 ribu isi 10 buah. Serabi di lokasi lain, harganya berbeda. Menurut Indriyati, serabi di tokonya menyasar kalangan menengah ke bawah sehingga harganya lebih murah. Ukurannya juga dibuat lebih kecil agar setelah dimakan tidak terlalu kenyang.

Seorang pembeli serabi, Novita, mengaku gemar membeli serabi di Solo untuk takjil buka puasa di rumah. Menurutnya, rasa serabi yang manis dan gurih sangat cocok untuk menu takjil. "Penjual serabi di Solo ini kan banyak dan gampang dicari, tapi rasanya sama, manis dan gurih, jadi enggak perlu bingung mau beli di mana," ujar warga Boyolali tersebut.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA